Empat Nasehat Biar Selamat (buat mahasiswa baru nan lucu dan lugu)

Lagi ramai penerimaan mahasiswa baru. Termasuk di Komunikasi Unair. Pasti unyu. Mirip saya. Mahasiswa baru, selanjutnya saya singkat haru. Iya, biar ndak mainstream. Masih mending haru, ketimbang waru? Nah, sementara mereka, atau kalian, jika membaca ini, menikmati keseruan menjadi mahasiswa baru, ada beberapa nasehat perlu agar bisa selamat sebagai mahasiswa baru. Tentu, ini berlaku hanya di Komunikasi Unair. Ndak tahu di tempat lain. Tapi, kalaupun berguna, tentu bisa ditiru. Karena saya kok ndak yakin di tempat lain ada yang se-unyu-unyu komunikasi Unair ini Pertama, dosen komunikasi Unair itu suka ber-semiotika. Dengarkan betul setiap perkataan mereka. Kalau perlu setiap titik koma … Lanjutkan membaca Empat Nasehat Biar Selamat (buat mahasiswa baru nan lucu dan lugu)

Gila Tanya Ala Mahasiswa (2): Cinta, Cita-Cita dan beasiswa

Saya lupa kalau ada sambungannya. Berminggu-minggu nongkrong di folder draft. Seperti nasib thesis saya. Judulnya draft melulu. Nah, kalau sebelumnya pertanyaan-pertanyaan tak terduga muncul dari mahasiswa saya soal kuliah dan sekitarnya, kini soal yang lebih luas. Soal cita-cita, cinta dan beasiswa. Iya, dosen juga sering ditanya soal itu. Jadi tempat curhat juga. Menyenangkan sih, punya banyak cerita dan referensi. Ndka hanya little John melulu. Mungkin suatu saat nanti, dosen juga akan ditanya nomer togel. Siapa tahu ada dosen nyambi bandar togel. Kalau bandar proyek mah banyak. Suatu waktu, saat kisruh pengumpulan skripsi, seorang mahasiswa sempat bertanya hal yang tak saya … Lanjutkan membaca Gila Tanya Ala Mahasiswa (2): Cinta, Cita-Cita dan beasiswa

Mission I-M Possible: Kom-Protocol

  Saat kegaduhan di dunia luar sana sedang menggema, dunia kecil tempat saya bekerja menjalani masa baru dengan senyap. Iya, Komunikasi FISIP-Unair baru saja memilih jajaran pimpinannya yang baru untuk periode lima tahun ke depan. Memang tak sehiruk pikuk dekanat, rektorat atau malah pimpinan DPR. Tak ada drama gugat ke MK, atau lempar palu. Yang ada, malah pemilihan melalui jalur whatsapp buat kolega yang sedang studi, yang diakhir makan-makan bagi yang sedang di Surabaya (iki sakjane gak uenak…lha, yang sedang studi cuman diminta ngiler ngliatin foto-foto kolega sedang makan-makan…). Para pimpinan yang baru, ya, nama-nama yang tak asing lagi.. (Hellllaaaaaaawwwww, … Lanjutkan membaca Mission I-M Possible: Kom-Protocol

Panduan Seru untuk Mahasiswa (yang tidak) Baru (lagi)

Ini postingan lama. Tapi kayaknya jadi relevan. Sekaligus cara saya merayakan kebahagiaan karena tak lagi dihantui hal ini. (Yesss!!) SIlahkan… 1. Pastikan dulu status kemahasiswaan anda. Paling tidak, pastikan anda punya KTM yang sudah update. Jangan pake KTP. Apalagi pake KTP kakek anda. Pastikan juga anda masih terdaftar. Terutama angkatan tua. Ingat usia. 2. Pastikan IPK anda mencukupi buat mengambil mata kuliah. IPK nol koma, masih bisa ambil mata kuliah. Anda menang. Menanggung malu. 3. Jangan lupa login Cybercampus. Kalau laman cybercampus cuman dipelototin doang gak bakal buka. Ingat, ini KRS bukan ospek. Pastikan username dan pasword anda benar. jangan … Lanjutkan membaca Panduan Seru untuk Mahasiswa (yang tidak) Baru (lagi)

Masa Mengisi KRS Tiba, Masa Dosen Pusing Kepala

Salah satu untungnya sekolah lagi bagi dosen adalah terbebas dari hal-hal yang bikin sakit kepala. Termasuk saat masa KRS tiba. KRS itu beda sama KRL, atau KRAM. Ini saat mahasiswa menentukan rencana studi pada masa semester berjalan berikutnya. Ini saat yang tiba-tiba membuat dosen pusing kepala juga. Karena hal-hal berikut ini: Pertanyaan klasik mahasiswa yang malas mikir: “Semester ini saya harus ambil apa?” Lah, yang kuliah siapa? Harusnya tahu dong semester ini mau ambil apa. Ini kayak kamu berdiri di depan penjual duren dan bertanya, “Saya harus beli apa ya?”. (*langsunglemparduren). Situ mahasiswa. Udah tahu persis harusnya mau ambil apa, … Lanjutkan membaca Masa Mengisi KRS Tiba, Masa Dosen Pusing Kepala

Pengantar Panduan Seru untuk Mahasiswa Baru:

Jadi mahasiswa baru itu seru. Kadang saru. Atau lucu. Atau malah merasa tertipu. Mungkin karena masih lugu. Atau lucu. Namanya juga memasuki kehidupan baru, yang ada malah merasa kaku. Iya, transisi dari masa SMA ke universitas kadang membuat banyak keliru. Biar tak terlalu malu, ada beberapa panduan yang mungkin bisa dibaca dulu. Percayalah, saya hanya ingin membantu. Jika tak percaya, coba lihat mata saya baik-baik. Pandang baik-baik. Dalam hitungan tiga, anda akan tertidur. Sebetulnya, tak semua kehidupan kampus itu baru. Hanya saja, biar ada bedanya, dibuat seolah-olah baru. Kalau sama semua, ndak seru… Sebelum membaca panduan ini pastikan dulu anda … Lanjutkan membaca Pengantar Panduan Seru untuk Mahasiswa Baru:

Tips Sakti Ujian Skripsi

Sekarang lagi jamannya memberikan tips praktis. Coba lihat di toko buku. Semua ada tips-nya. Tips praktis mencari pacar, tips praktis kaya raya, tips mutusin pacar, tips tetap jomblo. Saya coba memberi tips sakti ujian skripsi. Bukan, bukan sakti yang anak komunikasi yang pinter desain itu. Ini juga belum tentu “sakti” amat. Tapi, ya namanya juga tips, pasti harusnya bisa dicoba. Kalau ndak bisa dicoba namanya bukan tips. Berikut beberapa diantaranya. Banyak berdoa, berusaha dan bekerja. Ya elah. Ini bukan tips lagi. Tapi, ya standar memang. Tak ada salahnya dicoba. Lagipula ini baru pembukaan. Kalau pembukaan pasti hal-hal umum. Lagipula, kalau … Lanjutkan membaca Tips Sakti Ujian Skripsi

Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (Habis)

The D-Day seakan-akan menjadi hari yang paling panjang selama hidup mahasiswa. Seperti hari mereka akan diekskusi. Sementara para dosen memasuki hari itu dengan semangat berbeda: “Ndang dimarekno, kerjoan sek akeh, mari ngene ngoreksi akeh, ngelebokno nilai! Cuk…akeh tenan” Ritual memulai D-day adalah Ritual Bingung. Bingung memulai dari mana dan untuk apa. Ada yang sehari menjelang ujian tiba-tiba kehilangan kepercayaan dan sedikit ingatan. Mereka bertanya-tanya, “Ini skripsi yang aku kumpul beneran skripsiku ya?”. Ada juga yang tiba-tiba merasa pintar dan sontak menangis tersedu sambil menjerit, “Astagaaaaaaa, perumusan masalahku salahhhhhh” (padahal belum diuji). Ada juga yang bingung mau pakai pakaian apa. Yang … Lanjutkan membaca Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (Habis)

Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (2)

Menjadi mahasiswa itu adalah menjadi sosok yang penuh ritual. Mulai sejak awal masuk, hingga mau keluar. Ehm, keluar masuk ini soal mahasiswa lo yah. Kalau pada tulisan pertama kemarin, saya cerita ritual saat mengumpulkan skripsi, kali ini saya lanjutkan dengan ritual setelah mengumpulkan skripsi. Ritual senyap yang menjadi akhir dari fase pertama skripsi, sebetulnya menandai hari dan malam panjang tanpa ujung yang penuh penantian, kecemasan, kegalauan akut dan kronis. Lengkap dah. Ritual senyap ini bukan akhir. Ritual senyap ini adalah awal dari sebuah penderitaan dan penyiksaan yang lebih berat. Ritual senyap ini terjadi dalam dua fase. Fase pertama adalah fase … Lanjutkan membaca Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (2)

Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (1)

Tampaknya sekarang lagi heboh ujian skripsi. Ini ritual tetap sebetulnya di komunikasi (Unair). Ritual yang menjengkelkan tapi sebetulnya menyenangkan. Karena, ya mau apa lagi? Saya memang digaji untuk itu. Jadi kalau ada yang digaji tapi ndak mau melakukan itu namanya kurang ajar. Ritual ini akan dimulai dengan keributan awal semester. Para mahasiswa yang heboh “menemukan” dosen pembimbingnya. Berlebihan sih. Tapi ada benarnya juga. Karena seringkali ada yang berharap mendapatkan dosen A, tapi ujung-ujungnya dapat dosen B. Dosen-dosen yang cantik dan ganteng biasanya laris untuk diharapkan. Saya mah ndak laku, soalnya bukan dosen ganteng. Saya kan dosen manis. Saya jadi membayangkan … Lanjutkan membaca Ritual Skripsi Mahasiswa Komunikasi (1)