5 Alasan Seru Kuliah di Komunikasi Unair

  Inilah lima alasan kenapa lulusan SMA (mustinya) memilih S1 Komunikasi Unair. Maaf, tidak ditujukan buat anda yang belum lulus SMP. Dan juga tidak disarankan bagi mereka yang masih kuliah di jurusan lain. Takutnya anda tergoda, lalu jurusan lama, anda tinggalkan. Kasihanilah dosen-dosen di jurusan anda… (dan terlebih lagi, kasihanilah kami karena harus (terpaksa) menerima anda. Alasan 1. Masuknya GAMPANG. Anda mau masuk ke komunikasi unair, caranya gampang. Belajarlah baik-baik. Siapkan diri untuk bisa cemerlang di semua bidang ilmu. Siapkan kesehatan anda. rajinlah olahraga setiap hari. Ikutlah kursus di LBB (Lembaga Baik-Baik) setiap hari. rajinlah berdoa. Rajinlah menolong orangtua. Jika semua sudah … Lanjutkan membaca 5 Alasan Seru Kuliah di Komunikasi Unair

Skripsi (3)

Apa sih untungnya membuat skripsi? Argh, tentu, sebagian dari kita yang benci skripsi akan punya daftar yang sanagt pendek. Bahkan, tidak ada dalam daftar sama sekali. Tapi, sungguh menyenangkan jika kita bisa menemukan hal-hal baik dari sesuatu yang kita benci, bukan? Mari kita mulai. Paling tidak dalam daftar saya. Siapa tahu sama. SIapa tahu berguna. 1. Mengetahui betapa masih bodohnya kita. Penting untuk mengembalikan kesadaran kita. Banyak kok orang-orang yang merasa dirinya sudah hebat. Sudah pintar. Hanya karena mereka menguasai satu atau dua hal. Membuat skripsi bisa mengembalikan kesadaran kita itu. 2. Melatih kita tahan terhadap penderitaan. No words. You … Lanjutkan membaca Skripsi (3)

Skripsi 

Wacana soal skripsi menjadi tidak wajib adalah salah satu mimpi saya. Berikut repost tulisan lama saya.  Saya bukan orang yang pintar menulis. Apalagi menggunakan bahasa-bahasa fantastis. Plus kutipan-kutipan eksotis. Tentu, istilah-istilah elitis. Yang barangkali hanya bisa dipahami Tuhan dan sang penulis. (Note: Tuhan pun belum tentu tahu lo yah :P).Saya juga bukan orang yang hobi membaca buku-buku berat (selain karena isinya berat, kadang-kadang buku-buku itu secara fisik juga berat). Mungkin karena saya penganut hedonis atheis kapitalis yang sosialis apatis. Jadi, kalau yang lain mengenal karl marx, saya mengenal richard marx. Yang lain khatam albert camus, saya kadang suka buka kamus. … Lanjutkan membaca Skripsi 

Skripsi (1)

Saat saya masih menikmati kesunyian perth, seorang mahasiswa mengirimkan email. Dia bertanya, apa benar departemen komunikasi memperkenankan mahasiswa-nya lulus tanpa harus mengerjakan skripsi? Saya kaget. Saya tidak pernah tahu. Dan saya memang tidak tahu, karena saat itu saya tidak aktif.Jadi, saya jawab saja, saya tidak tahu. Saat itu, saya memang sedang menyelesaikan program master by research dengan sistem yang relatif baru di Curtin University. Program yang menuntut saya membuat dua “jenis” thesis: satu berupa karya tulis, dan bentuk kedua berupa film essay. Itulah makanya mereka menamakan program master yang saya ambil: creative arts. Program yang membunuh saya sejak tahun pertama. … Lanjutkan membaca Skripsi (1)