Kerjaan..(1)

  Iya, saya mau ngomongin kerjaan. Ndak usah protes. (Yang protes loh sopohh?). kalau ngomongin soal kesibukan sebagai mahasiswa, yo wes jelas. Tiap hari juga dikerjakan. Walau lambat. Saya tidak sejenius teman-teman saya, yang mimpi-pun masih merafal teori. Selama di negeri ini, saya baru sadar belakangan bawah saya sudah menjalani beragam jenis kerjaan. Mulai dari sejak sekolah ambil S2 delapan tahun lalu hingga kini. Saya runtut ulang, cukup beragam, kesamaanya satu. Tapi saya bahas nanti saja. Nah pekerjaan itu antara lain: Junk-mail deliverer. Ini kerjaannya nganter brosur-brosur promosi perusahaan ke rumah-rumah. Pekerjaan cocok buat yang malas olahraga kayak saya. Sekalian … Lanjutkan membaca Kerjaan..(1)

Suka Duka Tukang (Anter) Pizza

Begundal pengecut yang kemarin mencoba menteror Indonesia, gagal total. Setidaknya di social media. Fakta-fakta getir memang bikin geleng-geleng kepala. Semua aspek, oleh orang Indonesia, bisa dijadikan bahan. Entah bahan tertawaan, bahan lelucon. Atau bahan doa. Tinggal suruh klik Like dan Komen Amiieeen. Satu hal yang para begundal kepret itu lupa, orang Indonesia selalu bisa mengambil hal positif dari banyak masalah, untuk kemudian disyukuri dan dijalani. Iya, saya dan hampir semua orang Indonesia berduka akan meninggalnya korban-korban oleh begundal kepret itu (saya menolak menyebutnya sebagai bom bunuh diri. Itu bom pengecut. Mau mati kok ngajak orang lain), tapi hidup harus dijalani … Lanjutkan membaca Suka Duka Tukang (Anter) Pizza

Mission I-M Possible: Kom-Protocol

  Saat kegaduhan di dunia luar sana sedang menggema, dunia kecil tempat saya bekerja menjalani masa baru dengan senyap. Iya, Komunikasi FISIP-Unair baru saja memilih jajaran pimpinannya yang baru untuk periode lima tahun ke depan. Memang tak sehiruk pikuk dekanat, rektorat atau malah pimpinan DPR. Tak ada drama gugat ke MK, atau lempar palu. Yang ada, malah pemilihan melalui jalur whatsapp buat kolega yang sedang studi, yang diakhir makan-makan bagi yang sedang di Surabaya (iki sakjane gak uenak…lha, yang sedang studi cuman diminta ngiler ngliatin foto-foto kolega sedang makan-makan…). Para pimpinan yang baru, ya, nama-nama yang tak asing lagi.. (Hellllaaaaaaawwwww, … Lanjutkan membaca Mission I-M Possible: Kom-Protocol

5 Things I Hate About You

Sebagaimana mahasiswa punya hal-hal yang mereka benci dari dosen mereka, saya sebagai dosen juga punya daftar yang saya benci dari mahasiswa saya. Bukan kenecian personal. Hanya hal-hal yang sebenarnya saya tidak suka, tapi kadangkala pasrah saja kalau itu terjadi. Apa sajakah itu? Jadwal kuliah sudah diundur 30 menit tapi mahasiswa tetap datang 30 menit lebih lambat dari jam yang sudah diundur Saya bukan dosen rajin. Saya termasuk kategori dosen pemalas. Malas bangun pagi, malas bikin penelitian, malas mengajar pagi, malas ngajar banyak, malas cuci motor, malas bela Negara, malas bersihin jalan raya, malas ngejar copet. Iya. Malas lah pokoknya. Karena … Lanjutkan membaca 5 Things I Hate About You

Kenapa Dosen Harus Sekolah? (2)

Sebetulnya, kalau soal alasan, dosen pasti tak akan sulit mendapatkannya. Kadang saya merasa, dosen memang dibayar untuk memberikan alasan. Termasuk jika ditanya soal “Kenapa Dosen Harus sekolah?”. Mungkin dosen itu perlu liburan. Sungguh. Bagi dosen tak berpunya seperti saya, sekolah lagi sebetulnya adalah sebuah liburan panjang. Dibiayai pula. Menyenangkan bukan? Otak saya yang pas-pasan tak meyakinkan orang jika menjawab tujuan sekolah lgi itu untuk bertambah pintar. Dibiayai orang, apalagi dibiayai pemerintah negara lain, dengan kompensasi saya harus melakukan penelitian. Tidak memakan anggaran negara sendiri pula. Jadi, saat saya sibuk memlih uni dan negara untuk tujuan sekolah, sebetulnya saya sedang memilih … Lanjutkan membaca Kenapa Dosen Harus Sekolah? (2)

Kenapa Dosen Harus Sekolah? (1)

Saya teringat pertanyaan satu mahasiswa saya saat saya mengabarkan bahwa saya harus sekolah tahun berikutnya. Itu saat dia mengumpulkan bab 1 sementara deadline skripsi tinggal satu minggu lagi. Saat itu pertanyaan itu saya anggap pertanyaan palsu. Mahasiswa mana yang tak senang dosennya pergi? Apalagi dosen yang hobinya dan prinsip hidupnya: Tugas Or Die. Tapi, saat ini pertanyaan itu terngiang kembali. Saat saya bengong mematung di depan laptop, nanar menghadapi revisi supervisor saya. Kenapa dosen harus sekolah? Kenapa ya? Sebetulnya jawabannya banyak. Tapi saya ndak tahu mana yang cocok. Mungkin karena dosen itu bosan dengan kehidupan dan rutinitasnya. Bayangkan, bangun pagi, … Lanjutkan membaca Kenapa Dosen Harus Sekolah? (1)

Kalau Tak Wajar, Gelar Bisa Bikin Kebakar.

Negeri ini sedang ramai (lagi) soal gelar. Ini bukan isu baru. Sebenarnya. Tapi, entahlah. Ini akan tetap terjadi jika orang masih mendewakan gelar. Gelar hadir dalam beragam bentuk. Yang relevan maupun tidak relevan. Saya sejak lahir sudah ada embel-embel sederet kata yang katanya gelar. Nama lengkap saya I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa. (aslinya, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa Manis Mempesona Menawan Hati. Cuman, demi kerendahan hati, saya singkat). Bagi saya itu bagian dari nama. Walau jadinya aneh. Bagi yang masih menyukai tradisi feodalistik, barangkali akan menyukainya. Saya risih sebenarnya. Menghormati kok karena nama. Ada yang bilang, saya keturunan … Lanjutkan membaca Kalau Tak Wajar, Gelar Bisa Bikin Kebakar.

3 Alasan Jadi Dosen (Seri Dosen Juga Manusia. Sepertinya)

Kenapa saya mau jadi dosen. Itu pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan cepat. Miriplah dengan bertanya berapa hasil 45 dikali 765 dibagi 346 dikurangi 56. Susah kan? Musti mikir dulu kan? Atau sama dengan kalau mahasiswa ditanya dosennya. “kalian milih mana, dapat tugas bikin paper 10 halaman apa dengerin kuliah saya lima jam nonstop”. pasti susah juga njawab seketika. Musti mikir dulu. Walau hasilnya sama: tifus! Saya awalnya juga ndak tahu kenapa saya mau jadi dosen. Bukan guna-guna yang jelas. Lha yang nanya dosen saya yang cowok. Ndak ganteng. Apalagi manis. Tapi setelah menjalaninya, saya merasa punya jawaban — yang … Lanjutkan membaca 3 Alasan Jadi Dosen (Seri Dosen Juga Manusia. Sepertinya)

JEJARING SOSIAL: KOMUNIKASI PEMASARAN POTENSIAL BAGI KONSUMEN REMAJA INDONESIA

Note: Tulisan ini adalah salah satu tulisan dalam buku Santi Isnaini, Dina Septiani, IGAK Satrya Wibawa, Staf Pengajar Departemen Komunikasi FISIP Universitas Airlangga Tulisan ini mengenai fenomena penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan keterkaitannya dengan strategi komunikasi pemasaran. Secara lebih detail, akan membahas mengenai bagaimana peran jejaring sosial membentuk kelompok sosial, dan bagaimana interaksi atau proses pertukaran yang muncul dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian remaja. Era web 2.0 menempatkan dunia komunikasi pemasaran berada pada posisi baru yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya, saat produk dan konsumen bertemu pada lokasi yang sama secara maya, dan saat produk terbeli kebanyakan bukan karena … Lanjutkan membaca JEJARING SOSIAL: KOMUNIKASI PEMASARAN POTENSIAL BAGI KONSUMEN REMAJA INDONESIA