Empat Nasehat Biar Selamat (buat mahasiswa baru nan lucu dan lugu)

Lagi ramai penerimaan mahasiswa baru. Termasuk di Komunikasi Unair. Pasti unyu. Mirip saya. Mahasiswa baru, selanjutnya saya singkat haru. Iya, biar ndak mainstream. Masih mending haru, ketimbang waru? Nah, sementara mereka, atau kalian, jika membaca ini, menikmati keseruan menjadi mahasiswa baru, ada beberapa nasehat perlu agar bisa selamat sebagai mahasiswa baru. Tentu, ini berlaku hanya di Komunikasi Unair. Ndak tahu di tempat lain. Tapi, kalaupun berguna, tentu bisa ditiru. Karena saya kok ndak yakin di tempat lain ada yang se-unyu-unyu komunikasi Unair ini Pertama, dosen komunikasi Unair itu suka ber-semiotika. Dengarkan betul setiap perkataan mereka. Kalau perlu setiap titik koma … Lanjutkan membaca Empat Nasehat Biar Selamat (buat mahasiswa baru nan lucu dan lugu)

Kerjaan..(1)

  Iya, saya mau ngomongin kerjaan. Ndak usah protes. (Yang protes loh sopohh?). kalau ngomongin soal kesibukan sebagai mahasiswa, yo wes jelas. Tiap hari juga dikerjakan. Walau lambat. Saya tidak sejenius teman-teman saya, yang mimpi-pun masih merafal teori. Selama di negeri ini, saya baru sadar belakangan bawah saya sudah menjalani beragam jenis kerjaan. Mulai dari sejak sekolah ambil S2 delapan tahun lalu hingga kini. Saya runtut ulang, cukup beragam, kesamaanya satu. Tapi saya bahas nanti saja. Nah pekerjaan itu antara lain: Junk-mail deliverer. Ini kerjaannya nganter brosur-brosur promosi perusahaan ke rumah-rumah. Pekerjaan cocok buat yang malas olahraga kayak saya. Sekalian … Lanjutkan membaca Kerjaan..(1)

Rutinitas

  Saya orang yang seringkali tanpa sadar membuat rutinitas dalam keseharian. Padahal kalau menurut Deeks dalam satu dialog-nya dengan Kensi, dalam salah satu episode NCIS:LA, rutinitas bisa membuat kehidupan kita terbaca orang. “They will easily kidnap you. Or worse, shot you at the place you usually stop for a while after your morning walking”.  Tentu, ini bukan soal orang lain ingin menculik saya. Apa untungnya nyulik saya. Ganteng yo gak, sugih yo gak. Saya cuman dosen bersahaja dan manis-manis saja. Eits..intinya, rutinitas itu kadang memang membuat orang mudah “memetakan” kita. Jadi, kata Deek, “Change your daily routine..”. Ini yang agak … Lanjutkan membaca Rutinitas

Persoalanku Sepatu. (Bukan Jonru).

Sekarang, lagi banyak yang ribut soal dua hal. Sepatu pak polisi dan Jonru. Kalau Jonru, sudahlah. Masih banyak yang lebih penting. Saya mirip dengan pak polisi yang kemarin diributkan itu. bedanya kalau beliau diributkan mamah-mamah muda, saya selalu bermasalah dengan sepatu. Sejak dulu. Entah kenapa saya dilahirkan dengan model kaki jembar. (Sek, jembar iki opo yo?). Kaki saya lebar. Dan luas. Untung cuman jembar. Coba kalau bisa lengket di tembok. Kemungkinannya ada dua: saya jadi bintang pelem spiderman, atau nama saya masuk lagu anak-anak. (Igak..igak di dinding..diam-diam merayap..)   (keterangan foto; Mohon fokus ke sepatunya. Bukan. Bukan karena bermerk seperti … Lanjutkan membaca Persoalanku Sepatu. (Bukan Jonru).

Suka Duka Tukang (Anter) Pizza

Begundal pengecut yang kemarin mencoba menteror Indonesia, gagal total. Setidaknya di social media. Fakta-fakta getir memang bikin geleng-geleng kepala. Semua aspek, oleh orang Indonesia, bisa dijadikan bahan. Entah bahan tertawaan, bahan lelucon. Atau bahan doa. Tinggal suruh klik Like dan Komen Amiieeen. Satu hal yang para begundal kepret itu lupa, orang Indonesia selalu bisa mengambil hal positif dari banyak masalah, untuk kemudian disyukuri dan dijalani. Iya, saya dan hampir semua orang Indonesia berduka akan meninggalnya korban-korban oleh begundal kepret itu (saya menolak menyebutnya sebagai bom bunuh diri. Itu bom pengecut. Mau mati kok ngajak orang lain), tapi hidup harus dijalani … Lanjutkan membaca Suka Duka Tukang (Anter) Pizza

Mission I-M Possible: Kom-Protocol

  Saat kegaduhan di dunia luar sana sedang menggema, dunia kecil tempat saya bekerja menjalani masa baru dengan senyap. Iya, Komunikasi FISIP-Unair baru saja memilih jajaran pimpinannya yang baru untuk periode lima tahun ke depan. Memang tak sehiruk pikuk dekanat, rektorat atau malah pimpinan DPR. Tak ada drama gugat ke MK, atau lempar palu. Yang ada, malah pemilihan melalui jalur whatsapp buat kolega yang sedang studi, yang diakhir makan-makan bagi yang sedang di Surabaya (iki sakjane gak uenak…lha, yang sedang studi cuman diminta ngiler ngliatin foto-foto kolega sedang makan-makan…). Para pimpinan yang baru, ya, nama-nama yang tak asing lagi.. (Hellllaaaaaaawwwww, … Lanjutkan membaca Mission I-M Possible: Kom-Protocol

Harapan Lugu untuk Dekanat Baru: Buka (jalur) Komunikasi Di Semua Lini

  Ini terakhir. Sungguh ini terakhir. Setelah itu, dekanat baru tak saya ganggu lagi dengan tulisan harapan lugu ini. Daripada saya disawat perintah nulis di jurnal lagi. Tapi sungguh, ini juga isu penting, untuk FISIP. Barangkali karena saya dari Komunikasi. Ini menjadi sangat “komunikasi” perspektifnya. Dekanat baru harus bisa membuka semua jalur komunikasi. Di semua lini. Tanpa kecuali. Sebagai sebuah kampus, FISIP punya pemangku kepentingan yang beragam. Utamanya adalah mahasiswa. Bagaimanapun, suka tak suka, layanan ditujukan untuk mahasiswa. Lainnya, tentu ada: dosen, pegawai, alumni, mitra kerjasama. Ini jaman yang sudah berbeda sekali dengan jaman setidaknya lima tahun lalu. Saya saja … Lanjutkan membaca Harapan Lugu untuk Dekanat Baru: Buka (jalur) Komunikasi Di Semua Lini

Harapan Lugu untuk Dekanat Baru (2): Menjaga dan Menghargai Keberagaman

  Harapan lugu saya yang pertama langsung dibalas pak dekan dengan beban menulis di jurnal internasional. (*mateeek). Loh, ndak fair loh itu. Saya loh kelas ecek-ecek, baru nulis satu di blog doang udah dihajar pake beban itu 😛 Huh. Tidak adil. (Lipat tangan, balik badan, lempar poni..) Okay, lanjut ke harapan berikutnya. Semoga menambah beban berikutnya. Selama saya kuliah di FISIP Unair, salah satu hal yang saya suka adalah keberagamannya; dalam banyak hal. Sehingga, saya berharap dekanat FISIP yang baru ini dapat tetap menjaga dan menghargai keberagaman FISIP. Misalkan saja keberagaman akses. Salah satu PR besar Unair, termasuk FISIP adalah … Lanjutkan membaca Harapan Lugu untuk Dekanat Baru (2): Menjaga dan Menghargai Keberagaman

Masa Mengisi KRS Tiba, Masa Dosen Pusing Kepala

Salah satu untungnya sekolah lagi bagi dosen adalah terbebas dari hal-hal yang bikin sakit kepala. Termasuk saat masa KRS tiba. KRS itu beda sama KRL, atau KRAM. Ini saat mahasiswa menentukan rencana studi pada masa semester berjalan berikutnya. Ini saat yang tiba-tiba membuat dosen pusing kepala juga. Karena hal-hal berikut ini: Pertanyaan klasik mahasiswa yang malas mikir: “Semester ini saya harus ambil apa?” Lah, yang kuliah siapa? Harusnya tahu dong semester ini mau ambil apa. Ini kayak kamu berdiri di depan penjual duren dan bertanya, “Saya harus beli apa ya?”. (*langsunglemparduren). Situ mahasiswa. Udah tahu persis harusnya mau ambil apa, … Lanjutkan membaca Masa Mengisi KRS Tiba, Masa Dosen Pusing Kepala

Panduan Seru Untuk Mahasiswa Baru: Kenali Kakak Kelasmu atau Dosenmu

Waktu SMA, kamu bisa membedakan mana guru dan mana temanmu dari seragam yang mereka pakai. Sederhana dan mudah. Kalau kuliahan, kadang susah membedakan mana mahasiswa mana dosen. Mungkin karena mahasiswanya penampilannya tua banget, atau dosennya yang penampilannya mbois banget. Jangan salah. Salah mengenali bisa hancur nama baik dan hilang harga diri. Ada beberapa ciri yang bisa dipakai pedoman awal: Kalau ada orang yang tiba-tiba aja ngelihatin kamu terus, matanya menatap tajam. Kadang terlihat menerawang di awang-awang, itu bisa jadi mahasiswa yang baru saja draft skripsinya dikembalikan dengan coretan silang merah besar di setiap halamannya dan ada kalimat pendek di depan: … Lanjutkan membaca Panduan Seru Untuk Mahasiswa Baru: Kenali Kakak Kelasmu atau Dosenmu