Bali. Gaji

  Jika saat pagi setiap hari saya bersua mamah-mamah muda, di akhir pekan malam, teman saya di warung pizza sebagian besar anak-anak SMA. Tampaknya, hanya saya yang matang dan ranum di antara gerombolan SMA ini. Ini terkadang membuat saya harus update dengan isu-isu anak SMA di sini. Termasuk menghadapi polah mereka yang kadang naif. Misalnya, sebut saja Bunga, yang baru lulus SMA, yang juga pemain footy. Tinggi drngan kaki sudah babak belur tak karuan akibat footy. Terakhir, tulang betisnya hampir keluar. Itulah kenapa dia cuti panjang dan minggu lalu berlibur ke Bali. Ini liburan pertamanya ke Bali. Maka kemarin malam, … Lanjutkan membaca Bali. Gaji

Satu Trilyun itu… (1)

Saya tak pernah membayangkan punya uang satu trilyun. Tapi mendengar Oom Tommy sudah menghabiskan satu trilyun untuk proyek reklamasi teluk Benoa, saya jadi bertanya-tanya. Seberapa ya uang satu trilyun itu? Saya  bayangkan satu trilyun itu dapat digunakan untuk babi. Satu trilyun itu mungkin bisa dibuatkan peternakan dan pusat riset Babi terpadu. Babi adalah makanan khas Bali. Sehingga, menjaga kesinambungan hidup para babi adalah PR penting untuk masa depan. Pusat peternakan ini akan menjadi salah satu sumber penting asupan babi bagi seluruh pedagang babi guling dan olahannya di Bali. Bahkan, di Indonesia. Kalau perlu keluar negeri. Pusat riset terpadu ini juga … Lanjutkan membaca Satu Trilyun itu… (1)

Rindu Makan Babi Guling, Nikmatnya Berguling-guling.

Sejak kemarin, perut saya terngiang-ngiang dengan babi guling. Rasanya sudah lama tak makan babi guling. Tepatnya, 9 bulan 4 hari lalu saya terakhir makan babi guling. Saya penyuka babi guling dan turunannya. Turunan masakannya. Bukan babi guling dan anak-anaknya. Apa sih nikmatnya makan babi guling? Barangkali itu pertanyaan yang akan disampaikan mereka yang bukan pengemar babi guling. Atau tidak pernah makan babi guling. Atau babi guling hater. Kelompok yang terakhir ini adalah mereka yang selalu mencemooh apapun yang dilakukan babi guling, sehingga setiap hari mereka mengamati, mencermati dan mengkomentari semua tindakan babi guling. Mirip-miriplah sama hater sebelah. Bagi saya, kenikmatan … Lanjutkan membaca Rindu Makan Babi Guling, Nikmatnya Berguling-guling.

Memedi Tepi Kali

Sungai dengan rimbunan bambu itu dulu sangat menakutkan bagi kami. Kata orang, tempat memedi bersembunyi. Jika harus bermain kesana, kami harus memegang udel dulu (buset dah) sendiri. (Iya, masak udel orang lain. Geli!) Kini, di tepinya berdiri hotel dengan embel-embel River View, tanpa rimbunan bambu. Keren juga namanya, coba kalau namanya hotel tepi kali. Para memedi, mungkin sudah lari. #memorikuta Lanjutkan membaca Memedi Tepi Kali

(kem) BALI

memilih keluar dari Bali sesungguhnya adalah pilihan sulit. Aku tahu, Ajik dan Ibu sebetulnya tidak setuju dengan pilihanku ini. Mereka kerap bilang, Blidek pun akan disuruh pulang saat lulus nanti dari ITS. Aku tahu, Ajik dan Ibu berkorban sangat banyak untuk kami. Blitu dengan kedokterannya, tak kecil biaya yang harus dikeluarkan. Blidek yang di Surabaya, tiap bulan Ajik selalu ke Bank, mengirimkan uang untuk Blidek.  Aku tidak akan pernah lupa wajah letih Ajik begitu pulang dari Hotel. kami tidak akan pernah protes saat Ajik terlambat pulang, atau pulang malam. Karena uang lembur menjadi sangat berarti. Juga, pulang malam seringkali berarti … Lanjutkan membaca (kem) BALI