Pipis Kecil

Saat musim dingin, yang paling menjengkelkan itu adalah saat sindroma pipis-pipis kecil muncul. Iya ini istilah saya sendiri. Ndak ada hubungannya dengan lilin-lilin kecil. Itu lagu.

Ini hanya terjadi saat musim dingin, suhu ngedrop di bawah 10 derjad, bonus angin. Pipis-pipis kecil ini saat hasrat ingin pipis begitu meluap-luap, dan saat bergegas ke kamar mandi, semprulnya yang keluar cuman se-crut. Ndak currrrrr..gitu. Mau dipaksa gimana tetap crut. Masalahnya, hasrat pipis-pipis kecil ini muncul berkali-kali. Mana kamar mandi jauh pulak dari tempat saya jaga. Untungnya ndak sampe crut di tempat.

Mirip jomblo. Jomblo kan hasrat menyatakan cinta pada idola meluap-luap, eh begitu si idola lewat cuman bisa bilang, “Hai..”. Malah, jangankan, bilang “ai lop yu”, mau bilang “hai” saja udah rontok duluan.

#baladatrafficwarden bonus #jombloisme

View on Path

8 Derajad

Dulu. Dulu banget. Saat TVRI adalah idola, Ria Jenaka adalah acara komedi pujaan saya, Album Minggu Kita adalah acara musik saya, temulawak adalah minuman favorit, permen winston adalah permen kebanggaan, chiki bulat adalah kewajiban, Ellyas Pical adalah pahlawan bangsa, sailor moon adalah rutinitas, maka menonton orang diwawancara dan mulutnya keluar asap di Dunia dalam Berita adalah sebuah ketakjuban.

“Mimih, jek sakti sajan, bise pesu andus.. “(buset, sakti sekali, bisa keluar asap)

Kini, saat Jon*u adalah barometer kecerdasan dan bumi adalah jajarangenjang, saya berdiri sendiri jam 8 pagi saat 8 derajad, dengan asap mengepul dari mulut dan hidung saat saya bernafas, saya mengumpat dalam hati,

“Jancuk, adem cuk…”

….hidup memang cepat berubah

#baladatrafficwarden

View on Path

Maaf

Sepenuh hati, sekuat rasa, di hari Lebaran ini, saya mengucap maaf kepada…

Mereka yang pernah menjadi mahasiswa perwalian saya. Maafkan saya tak pernah menjawab sms/wa yang kalian kirim jam 2 pagi. Maafkan karena saya selalu bertanya,”kalian kurang kerjaan?” Atau “kalian udah gak perlu tidur?” saat kalian mau ambil mata kuliah saya.

Mereka yang pernah ambil mata kuliah saya. Maafkan saya membuat kalian menjadi jomblo karena kalian pacaran dengan tugas.

Mereka yang mahasiswa dan masih menjomblo. Maafkan karena setiap bertemu kalian saya selalu bertanya mana pacar kalian dan kenapa kalian masih sering bawa motor tapi ndak ada yang dibonceng. Mending pake sepeda roda satu aja biar hemat.

Mereka yang mahasiswa dan jadi bimbingan skripsi saya. Maafkan, jika saya selalu berkata, skripsi itu karya kalian, tapi belum tentu menjadi satu-satunya indikator kemampuan kalian.

Mereka yang mahasiswa ambil skripsi dan tetap ambil skripsi tiap semester karena lebih banyak ngilangnya. Itu buronan kalo ditangkap, saya dapet duit. Lha, mahasiswa skripsi buron, kalo ditemukan, malah dosennya dapet kerjaan tambahan.

Mereka yang betah jadi mahasiswa dan menua di kampus. Maafkan karena saya selalu bertanya kenapa kalian baik hati menyumbang negara tiap semester. Dan, akhirnya saya berkata, “cat rumah aja perlu diganti tiap tahun, lha masak saya lima tahun liat kalian terus?”

Mereka yang tak kenal saya dan tak menjadi mahasiswa saya. Maafkan saya tak pernah menyapa. Lha…gak kenal, terus piye? Nanti saya sapa, kalian bilang saya sok kenal sok dekat…

Terakhir, kepada yang akan menjadi mahasiswa saya. Saya mohon maaf, semua yang saya sampaikan itu akan kalian alami semua. Pasti. Tak terbantahkan lagi. Apalagi jika kalian ikut perwalian saya, lhandalah ambil mata kuliah yang saya ajar, lalu bimbingan skripsi sama saya, lulusnya lama, jomblo pulak!

Selamat Idul Fitri…
Masih ada waktu memikirkan nasib kalian…

Salam muach muach,

Saya.

View on Path

Percakapan penting sore ini dengan Diva di toilet..

“Ajik, i want to poo..”
“Only poo?”
“Oh yes, poo and pee..”
“Are you sure?”
“Mmmmm…pee and poo..”
“You pee first and then poo?”
“Mmmm…no, poo first and pee”
“So, you poo first, and then pee?”
“Mmm…pee and poo..”
“Okay, you decide..”
“Ajik, i want to poo and pee..”
“Are you sure?”
“Yes..”

…well, saya tentu tidak ngecek mana yang dia lakukan lebih dulu….

#storyofdiva

View on Path