Beradaptasi! Berhentilah memaki!

Sebagai dosen, saya tergolong orang yang emosional. Tidak sabaran. Untung saya jadi dosen. Coba saya jadi guru TK atau SD, pasti saya sudah dipecat karena menyuruh anak-anak itu membuat essay 10 halaman. Tapi, selama 14 tahun saya menjadi dosen, banyak hal yang saya pelajari. Iya, 14 tahun itu ndak ada apa-apanya bagi dosen senior yang sudah puluhan tahun. Saya kan masih junior. Imut pula. Satu hal yang saya pelajari adalah adaptasi. Dalam hal ini, dengan teknologi. Kecepatan teknologi tak akan pernah bias dikalahkan oleh kecepatan manusia paling ahli sekalipun. Saya masih ingat betul, jaman saya mahasiswa, punya hape Motorola segede … Lanjutkan membaca Beradaptasi! Berhentilah memaki!

Bis Kota

BIS KOTA. Ketenangan saya melamun selama dalam perjalanan pulang dalam bis kota ini agak terganggu saat datang sepasang kekasih. Mereka duduk persis di depan saya dan langsung saling melumat. Sektor belakang ini memang sepi. Tapi, pasangan saling cipok ini cukup mengganggu khusyuknya lamunan saya. Apalagi sesekali si cewek menyambar telinga cowoknya. Saya yang ngelihat saja jadi geli-geli gimana gitu. Sampai satu waktu si cewek melihat saya. Mungkin risih karena saya pandangi. Akhirnya nereka pindah ke belakang lagi. Lha, mbok kate aku arep lhapo? Aku sing dhisikan lungguh nang kene. Terus aku kudu noleh kiri atau kanan ngunu tha ben ndak … Lanjutkan membaca Bis Kota

Pertanyaan Besar Hari Ini…

Pertanyaan besar hari ini adalah kenapa Komunikasi FISIP Unair, almamater saya, yang sejak saya kuliah di sana selalu dicap sebagai prodi hedon, prodi pragmatis, prodi pencetak tukang, prodi tanpa idealisme, prodi hura-hura tanpa peduli, sementara tempat lain selalu menyebut diri sebagai pembela rakyat, pemikir intelektual, penuh kepedulian pada bangsa setiap detiknya? Pertanyaan besar hari ini adalah kenapa di banyak kesempatan pemutaran film,prodi tukang yang hedon pragmatis hura-hura itu tanpa banyak cingcong selalu ambil kesempatan unjuk diri menyediakan tempat, waktu, melaksanakan event-nya, sementara¬†lainnya pada ketakutan¬†atau melarang, atau sembunyi tanpa ada kata-kata lagi. Pada titik ini, saya bangga disebut tukang yang hedon … Lanjutkan membaca Pertanyaan Besar Hari Ini…

Criminal Minds

I watched the Criminal Minds last nite, and found this quote… “‘actually most fairy tales in their original form were gruesome to the extreme. In Cinderella the stepsisters had their feet mutilated to fit in the shoe and her eyes were eventually picked out by doves. Sleeping Beauty was raped while she was unconscious by the King. Hansel and Gretel were held captive by a half blind cannibal. Solders were instructed to cut out Snow White’s liver and lungs, so the Queen could feast upon them” Dr. Spencer Reid (The Criminal Minds, eps. If the Shoe Fits – 2014) This … Lanjutkan membaca Criminal Minds

Kutu Kupret

Jika kau ingin tahu, siapa saja orang yang penuh prasangka, penebar kebencian, pembunuh citra orang, cari saja orang yang penuh kutu kupret. Darah-darah kotor berkumpul di kepalanya, dan para kutu kupret itu berpesta pora menyedotnya. Orang seperti itu akan lebih suka menebar kebencian kepada orang lain ketimbang menghitung berapa liter darahnya yang sudah hilang disedot. Lanjutkan membaca Kutu Kupret

Teman

Sebetulnya, paling susah mendefinisikan teman. Lebih susah daripada musuh. Orang terdekat dengan kita, bisa kita sebut dengan teman. Orang yang ada hampir di setiap saat, kita sebut dengan teman. Tapi, sebaliknya, orang yang menusuk kita dari belakang, juga kita sebut teman. Musuh tidak mungkin menusuk dari belakang, karena kita tahu dia musuh. Lanjutkan membaca Teman