Apa Salah Babi?

    Apa salah babi? Babi bukan hewan langka menjelang punah yang dilindungi. Silahkan berteriak jika banyak yang jual gajah guling. Atau komodo guling. Menjual babi guling sama sah-nya dengan menjual bantal guling. Bedanya cuman, babi guling bisa dimakan dan lezat. Bantal guling, menurut saya tak bisa dimakan, dan saya yakin tak lezat, entahlah kalau menurut Ahmad Dhani. Apa salah babi? Babi guling tak melanggar konstitusi. Jadi, selama tak melanggar konstitusi, babi guling bebas dijual di mana saja di negeri ini. Tak hanya di tikungan. Apakagi disangkutpautkan dengan pemerintahan Jokowi. Hanya karena ada yang jual babi guling, lalu anda mau … Lanjutkan membaca Apa Salah Babi?

Kualitas Diri Bukan Karena Sekolah Bergengsi

Pertanyaan klasik muncul dari mahasiswa saya. “Apakah sekolah di luar negeri itu jauh lebib baik, bergengsi dan berkualitas dibandingkan dengan sekolah di dalam negeri?’ Jawabannya sederhana: Kualitas diri tidak ditentukan dari dimana kita studi. Tapi dari bagaimana kita studi. Jadi, mau sekolah di luar negeri, di dalam negeri, bahkan di luar angkasa sekalipun kalau anda memang dasarnya kampret, ya tetap saja kualitas kampret. Saya yang memang pada dasarnya manis ini, biar sekolah keluar negeri, tetap saja manis. Ndak bisa berubah jadi ganteng. Jadi, sudahlah. Ndak usah terpukau dulu dengan sekolahnya. Kamu jadi keren bukan karena sekolahmu keren. Kamu jadi keren … Lanjutkan membaca Kualitas Diri Bukan Karena Sekolah Bergengsi

Beradaptasi! Berhentilah memaki!

Sebagai dosen, saya tergolong orang yang emosional. Tidak sabaran. Untung saya jadi dosen. Coba saya jadi guru TK atau SD, pasti saya sudah dipecat karena menyuruh anak-anak itu membuat essay 10 halaman. Tapi, selama 14 tahun saya menjadi dosen, banyak hal yang saya pelajari. Iya, 14 tahun itu ndak ada apa-apanya bagi dosen senior yang sudah puluhan tahun. Saya kan masih junior. Imut pula. Satu hal yang saya pelajari adalah adaptasi. Dalam hal ini, dengan teknologi. Kecepatan teknologi tak akan pernah bias dikalahkan oleh kecepatan manusia paling ahli sekalipun. Saya masih ingat betul, jaman saya mahasiswa, punya hape Motorola segede … Lanjutkan membaca Beradaptasi! Berhentilah memaki!