Air botol.

  Nyampe kampus saya bergegas mencari perlengkapan penting ini: air dalam botol dan tissue basah. Jalan dipercepat, saat mau keluar ruangan saya disapa teman sesama mahasiswa dari Australia. “Satrya, where are you going?” “Hi, yeah i just need to do something now” “You are very healthy. Drink water and I saw you everyday with that bottle.” “Yeah, i am trying to…can i excuse me for a while?” “Yeah sure, it looks you are in hurry” Saya langsung bergegas ke kamar mandi. Perut sudah bergejolak sejak tadi. Yah, ngising. Air ini? Yo penting yo. Gawe cebok… View on Path Lanjutkan membaca Air botol.

Bali. Gaji

  Jika saat pagi setiap hari saya bersua mamah-mamah muda, di akhir pekan malam, teman saya di warung pizza sebagian besar anak-anak SMA. Tampaknya, hanya saya yang matang dan ranum di antara gerombolan SMA ini. Ini terkadang membuat saya harus update dengan isu-isu anak SMA di sini. Termasuk menghadapi polah mereka yang kadang naif. Misalnya, sebut saja Bunga, yang baru lulus SMA, yang juga pemain footy. Tinggi drngan kaki sudah babak belur tak karuan akibat footy. Terakhir, tulang betisnya hampir keluar. Itulah kenapa dia cuti panjang dan minggu lalu berlibur ke Bali. Ini liburan pertamanya ke Bali. Maka kemarin malam, … Lanjutkan membaca Bali. Gaji

Sticker

Dulu, waktu jaman temulawak dalam botol adalah minuman anak bangsa dan permen karet bentuknya bulat kayak gundu, saya paling bangga drngan tempelan stiker voltus lima di tangan. Kadang di jidat. Lalu, sempat juga jaman stiker ala tato. Ditempel di tangan drngan bantuan air hangat. Tato unyil. Kini, demi tokoh favorit, Diva menempelkan hansaplast di tangan. Hansaplast bergambar peppa pig. Saya manfaatkan sekalian menambah kosa kata Diva. “What is this Diva?” “Car. Red Car. With peppa” “Which one is Peppa?” Diva sigap menunjuk gambar peppa. Lalu dia menunjuk gambar George sambil berteriak “this is George. Dinasaurs…roaaaar..” “Who is this?” “Mommy Pig” … Lanjutkan membaca Sticker

Maling Sepeda

Mendapat barang bekas di sini relatif mudah dan menyenangkan. Ada musimnya orang membuang barangnya yang rusak atau yang memang sudah bosan. Tadi malam, waktu mengantar pizza ke daerah Parkwood, lagi jadwal buang barang di daerah itu. Langsung dong saya jelalatan. Liat barang yang bisa diambil. Saya punya tiga sepeda dewasa dan dua anak-anak. Yang sepeda dewasa dapet dari teman satu dan dua dari mungut di jalan. Udah dipake? Ya ndaklah. Pertanyaan macam apa itu? Bersepeda itu sebuah harapan. Untuk dilaksanakan di masa depan. Entah kapan. Nah, saya rencananya mau ganti sepeda Diva. Di rumah, sepeda Diva sudah karatan. Lha jelas … Lanjutkan membaca Maling Sepeda

Dipstik

Tantangan punya dua putri yang usianya terpaut agak jauh adalah saat yang tertua mulai kenal dan menyukai rias wajah — karena ngelihat ibunya rias wajah untuk menari — dan juga menyeret adiknya sebagai boneka uji coba. Maka, walau tidak mencoba kaget, rengekan Diva pagi-pagi saat saya baru bangun, cukup membuat saya bengong sesaat; “Ajikkk…i want dipstik..” “Heh?” “Dipstik..” Ngeh saat melihat pipinya menor kena lipstik semalam. *sigh View on Path Lanjutkan membaca Dipstik

Cita-Cita Echa

Cita-Cita Bukan, ini bukan soal penyanyi dangdut itu. Ini soal cita-cita Echa. Cita-cita Echa jauh lebih variatif daripada cita-cita saya dulu. Dulu, cita-cita saya sebatas: dokter, polisi, pilot. Echa lebih variatif. Saat ngobrol bersama Ibunya, Echa bicara soal cita-citanya. Tentu dalam bahasa Inggris. Ya, dia sekarang jadi polisi grammar untuk kami. Kadang seneng, kadang nyebelin. Coba, saat ngomelin dia yang ndak pernah merapikan kamarnya, eh yang dia lakukan malah membetulkan grammar saya atau ibunya. Kan marahnya jadi ndak asyik. “Ajik, bed, not bet..” Oh, soal cita-cita… “Ibu, aku tahu mau jadi apa nanti..” “Ohya? Jadi apa coba?” “Aku mau jadi … Lanjutkan membaca Cita-Cita Echa

Baby Sitter

Garang mana, emak-emak pake matik dan belok ndak pake sein daripada mamah muda pake matik mewah, belok mau parkir ndak pake sein, nyikat polisi tidur sampe bunyi graaaaak, lalu parkir nangkring melewati trotoar, lalu keluar mobil mesin masih menyala lalu liat saya dan berkata, “my babi giril is still sleeping inside, i am in hurry picking up her sister, could you please keep watching her while i am gone?” Sebelum saya bilang apa-apa dia udah jalan. Bergegas. Lheh, aku kok dadi penitipan bayi saiki? #baladatrafficwarden View on Path Lanjutkan membaca Baby Sitter

Komunikasi Blukuthuk

Komunikasi Sejak awal, ada satu bapak yang setia menyapa setiap pagi. Kendaraannya besar dengan bak terbuka. Biasanya ada anjing besar nangkring sambil lidahnya klewer-klewer. Lidah anjingnya, bukan bapaknya. Nah, aksen ostrali bapak ini kental sekali. Bahkan untuk kalimat pendek sekalipun, sering saya berusaha keras memahami. Tapi, dia baik dan ramah. Selalu mengakhiri oercakapan singkat dengan mengacungkan tangan mengajak toss. Kemarin, dingin, berangin dan ramai. Di kiri mobil guru berdatangan, di kanan mobil orangtua berlewatan. Tanpa henti. Saya sungguh merasa seperti kucing emas keberuntungan yang manggut-manggut di pojokan toko. Sampai akhirnya bapak itu lewat. Suara mobil besarnya keras, ramai dan saya … Lanjutkan membaca Komunikasi Blukuthuk

Lottery. Bali. Bangladesh

Lottery “Have you won any lotteries, mate?” Tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul. Ditujukan kepada saya. Saya gelagapan. Saya sedang menunggu cucian di tempat cucian umum ini. Yang bertanya seorang bapak-bapak yang juga menunggu cuciannya. Sebetulnya saya agak kesal, karena bapak ini memakai srmua mesin cuci yang ada sehingga saya musti menunggu satu mesin yang dia pakai. Saya menjawab, “yeah, sort of. My biggest winning was 24 dollar” “Yeah, me too. What will you do if you win 1 millions?” Tanyanya lagi. Saya menggeleng. Saya tak berminat berkhayal saat ini. Saya mikir cucian saya belum tuntas sementara nanti saya harus mengantar … Lanjutkan membaca Lottery. Bali. Bangladesh

Upcoming Movie: the Traffic

Upcoming Box Office Movie: Film berikutnya yang ditaruh dalam kotak di kantor Traffic. mengisahkan seorang mahasiswa manis yang bekerja paruh waktu menjadi penyelamat lalu lintas dan ruang parkir di sebuah negara yang sebagian besar warganya perempuan. Dia memakai topi ajaib yang melindungi kepalanya dari sengatan matahari dashyat dan serangan racun yang dilempar oleh musuhnya, the Crow (Baca: Burung gagak) yang sering pup sembarangan sembari terbang, Miriplah sama manusia yang pipis sambil lari. Juga melindungi kepala dari hujan air yang dari atas. kalau hujan yang dari samping, dia pake jas bersinar dalam gelap. Walaupun siang, jas ini juga tetap bersinar karena … Lanjutkan membaca Upcoming Movie: the Traffic