Hot “It’s hot…” jawab saya saat ditanya seorang mbak guru kemarin. Kemarin itu panasnya luar biasa memang. Si mbak guru terdiam. Lalu tersenyum lebar. Saya ikut tersenyum. Lalu tersadar.. “I mean the weather. Hot..” Si mbak guru menjawab. Masih dengan senyum. “Oh, yes. I see. The weather. Its warm Satrya. Its warm..” Sampai sekarang saya ndak paham kenapa mereka menyebut warm. Bagi saya ya kalau ndak panas ya dingin. Ndak ada hangat. Kalo hangat, ya teh anget ada. Kalau panas ya hot potatoes. Panas kentang-kentang. Maap ya mbak. Hot iku cuacane. Dhudhuk awakmu #baladatrafficwarden View on Path Lanjutkan membaca

Menyanyi Kemarin malam, saat makan malam, Echa terlihat sedikit kecewa. Saya bisa menebak sebenarnya. Minggu ini adalah minggu pengumuman hasil test program khusus bagi kelasnya. Tapi dari awal sebetulnya dia tidak berharap banyak, karena kami selalu mengajarkan dia bahwa setiap orang ounya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada orang yang menguasai semua hal. Tapi, bagaimanapun, rasa kecewa itu tetap ada., Dan itu wajar. Apalagi Echa selalu “berkompetisi” dengan besties-nya. Mereka bersahabat bertiga “Ajik, did you receive a big envelope in our mailbox?” “Nope. I didn’t see anything in our mailbox. Why?” “Oh, it’s all right. I probably don’t get any … Lanjutkan membaca