Flower Day

Hari ini flower day. Bukan, ini bukan hari bunga. Ini hari kelulusan anak SMA tempat saya kerja jadi tukang parkir. Kalau di Endonesah, anak-anak SMA sebagian merayakan lulusan dengan coret-coret baju, konvoi keliling kota, ndak pake helm, dan akhirnya berakhir dengan kepala benjut dipentung pak polisi, di sini semacam jadi pensi dan bagi-bagi bunga.

Cewek- cewek SMA itu dandan habis-habisan. Sampe ndak bisa bedain mana anaknya mana emaknya.

Tugas saya salah satunya ngusirin mereka yang parkir di areal terlarang. Seperti tadi, datang satu mobil dua pintu. Merk-nya jaguar. Harganya kayaknya setara dua kali gaji saya sebagai dosen seumur hidup. Biasanya kalau anak SMA pake plat P. Tapi mobil ini ndak. Akhirnya waktu dia parkir, saya datengin.

“Good morning Maam..”
Dia memandang saya. Diam sejenak.
“I am sorry, you are not allowed to park here, Maam”

Dia masih diam dan memandang saya. Lalu,
“Do i look old?”
“Sorry?”
“Do i look old? I am not my mother..”
Saya diam. Lah, awakmu ketok tuek jeh…
Saya membayangkan pertanyaan ini menjebak, ala sinetron.
Kalau saya jawab, “no, you look young. Dont worry”.
Nanti dia balas, “Lie!! you are a liar… you are lying to me…”

Kalau saya jawab,”well, you look old..”
Nanti dia balas, “how dare you say that to me..”

Terus aku yo opo?

Akhirnya saya jawab diplomatis.

“My apologise, i did not see your P plate, so..”
“I am a year 12 student. I am not my mother”

Lalu dia nutup jendela terus ngegas mobilnya pergi.

Weleh. Isuk-isuk jeh

Habis ini mungkin akan ada anak SMA nangis gerung-gerung di pojokan kamar mandi sambil kukur-kukur tegel.

#baladatrafficwarden

View on Path