Tag

 

Semasa di rumah kontrakan, dia yang paling menderita. Dipakai bergiliran tiap hari. Hampir semua orang. Tak kenal istirahat. Tak pagi, tak siang, tak malam, tak henti-hentinya dipakai. Bahkan hingga saat bulan puasa, dia juga tetap dipakai. Bahkan sampai saya terbangun saat subuh, saat teman saya sahur, dia masih dipakai. Jika dipikir lagi, sungguh dia yang paling menderita. Saat teman yang satu pergi keluar membeli makan untuk sahur, giliran teman yang lain yang memakai. Masa itu, tak kenal istirahat, dipakai terus. Dimasukkan terus.

Iya, dia komputer saya. Waktu itu saya menyebutnya dengan 486DX. Komputer kesayangan tapi sudah menghasilkan sekian banyak skripsi, dan tentu tugas kuliah. Apalagi saat masa-masa bulan Ramadhan dan bertepatan dengan jadwal pengumpulan skripsi. Rental computer dekat kampus bisa kalah ramai. Disket bergeletakan. Iya, disket. Belum jamannya USB flashdisc. Folder di harddisk bisa bervariasi namanya. Bungacantik, misalnya. Sub folder-nya standar anak skripsi. Bab1, bab2. Terus beranak jadi bab1koreksi, sampai file babkesimpulanalhamdullilahfinallangsungprintkumpulindibukmur.

Kalau tak salah ada lima atau enam folder semacam itu. Tentu ditambah folder saya sendiri, dan folder-folder yang bernama Fotokeluarga dengan subfolder Indonesia, Barat, Hongkong, Jepang. Sudah, folder yang ini jangan dibahas.

Entah kenapa computer saya sampai mendapat cobaan berat seperti itu. Saya agak curiga itu disebabkan karena kawan-kawan saya ingin mencari cara berdekatan dengan bung A saja. Soalnya, dikit-dikit, mereka meneriakkn nama bung A setiap kali ada masalah dengan file mereka.

“Bung A…, ini kok file-ku nda bisa dibuka ya?”

Padahal yang diklik yang extension-nya tmp.

Atau, “Bung A…., ini kok halaman keduanya ndak ada..”

Padahal, emang baru ngetik satu halaman. Ya sampai Surabaya jadi ibukota propinsi Bali ya ndak bakal ada halaman kedua.

Tapi ya, teman saya yang ganteng rupawan itu tetap bergegas datang. Saat itu, imannya sudah kuat, mungkin sudah dijampi-jampi kawan saya yang lain yang punya kemampuan supranatural karena tiap hari naik honda supra.

Bung A datang, masalah menghilang. Tapi ya begitu, teman saya ndak pulang-pulang.

#ceritapuasa