Saat paling mengharukan sore ini adalah saat membantu emak-emak memarkirkan mobil segede gabannya. Tiga puluhan detik saya teriak-teriak tapi si emak tetap tak bergerak memundurkan mobilnya.

Karena penasaran saya bergegas ke arah pengemudi dan melihat muka si emak sudah pasrah seperti serutan es. Melihat saya datang, dia berkata, “I am sorry. I tried to do what you say, but i dont understand your command”

“Oh really? I dont know that”
“Yeah, you said ‘terus’, ‘munnur’ sort of things. I am not sure…”

“Did i say that? Oooh, sorry…”

Dalam semangat, saya ternyata berteriak “terus” dan “mundur”.

Kasihan si emak.
Lebih kasihan lagi, saya.
Mungkin saya butuh piknik…

#baladatrafficwarden

View on Path