Lampu

Saat mulai musim gugur ini, peralatan antar pizza saya tambah satu: senter. Kalau musim panas mah enak, sampe jam 9 malam terang benderang. Tapi sekarang, jam 6 udah gelap.

Celakanya, orang sini hemat banget dengan lampu. Beberapa orang malah tergolong pelit, halaman atau teras rumah ndak pake lampu. Banyak yang pake lampu otomatis, akan menyala saat ada gerakan di teras.

Tapi tetep aja saya kadang musti tersandung batu, atau saluran air penyiram rumput atau malah nginjek mainan anak-anak.

Apalagi kalau udah musim hujan. Ada satu kecamatan yang saya males banget soalnya kebanyakan rumahnya ndak pake lampu di halaman atau malah ndak pake lampu di teras. Sudah hujan, kesandung-sandung di halaman, eh teras ndak pake lampu.

Yang paling menjengkelkan, waktu tuan rumah membuka pintu, reaksi pertama-nya adalah kaget. “Holly *h*t, i did not see you there..”

Saya, basah-basah, kesandung-sandung, teras ndak pake lampu, dan dia tidak lihat saya.

Oke, baiklah. Besok saya bawa lampu dipasang di atas kepala.

Huh…

#baladapizzadriver

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s