Boneka

Pulang-pulang Diva bawa boneka. Ternyata, ada orang yang memberikan mainan gratis. Diva, ternyata, memilih boneka ini daripada mainan yang lain.

Sejenak tampaknya biasa saja. Tapi lama-lama, saya jadi agak risau juga. Lama-lama saya jadi ingat anabell.

Apalagi saya suka begadang sendirian nonton film di ruang tengah. Diva sendiri, sekarang tampaknya tak terlalu perduli dengan bonekanya ini. Dia teronggok lama tak berdaya di kotak ini.

Saya jadi khawatir. Lha, kalau malam-malam si boneka tiba-tiba menyapa saya…

Saya jadi merinding disko…

View on Path