Pujian

Saya masih suka terkaget-kaget dengan betapa ekspresif-nya orang sini menyampaikan apresiasinya. Bahkan untuk hal-hal kecil, yang di Indonesia, mungkin disebut remeh temeh. Termasuk saat mengantar pizza. Serentetan kata-kata ini tentu sangat mustahil kita keluarkan saat menerima layanan antar, misalnya fastfood, atau dari jasa pengiriman misalnya.

Saat hujan kemarin, karena hujan, saya agak berhati-hati mengendarai mobil sehingga sampai di konsumen agak terlambat. Lumayan, 15 menit. tentu saya meminta maaf. Jawabannya sangat menyenangkan hati.
“No need to apologise, mate. You are legend..”

Saya langsung kebayang Will smith bawa pizza gitu.

Pujian-pujian lain, termasuk standar diucapkan di sini..
“You are awesome, Mate..”
“Wonderful…”
“You are great…”

padahal cuman nganterin pizza. yang memang jadi hak mereka. Karena mereka udah bayar..
Sesederhana itu.

Lalu, ada juga kakek-kakek yang menerima pizza-nya, sambil berkata, “You save my life…”
Buset dah, padahal sebelumnya saya sempat ngomel-ngomel karena si konsumen ini order 15 menit sebelum toko tutup…

Ini memang cara sederhana memberikan apresiasi. Perlu ditiru, setidaknya untuk saling menghargai. Asal jangan baper saja. Misalnya, kapan hari. saya mengantar pizza, yang menerima mbak-mbak lucu, sudah lengkap dengan pakai baju tidur lucu, di musim panas, kebayang dong, baju tidur lucu-nya seperti apa.
Si mbak berkata, “You are my man…Thank you, Love..”.

Mblo, masak kalah sama pengantar pizza. Coba nganter pizza gih. Minimal, pas nganter kamu bisa ngobrol sama pizza…

#baladapizzadriver
#jombloisme

View on Path