Sampai saat berangkat ke Bandara, Diva tidak paham bahwa, Chana, satu-satunya teman sekaligus musuhnya dalam berebut mainan di rumah, akan kembali ke Indonesia. Diva, dan tentu juga Chana, masih berpikir bahwa mereka akan pergi shopping. Masih bercanda seperti biasa. Chana yang hobi jahil-nya tak ketulungan, sementara Diva yang cerewet dan ngatur-nya minta ampun.

Mood dua anak itu bisa berubah dengan cepat. Di menit pertama rukun bahagia, menit kedua Chana tiba-tiba mendorong Diva, yang tentu saja langsung melengking menangis, lalu Chana minta maaf dengan mengusap-usap kepala Diva, lalu berubah menjadi Diva mengatur-atur Chana dengan perintah khas-nya “No Channa, stop Channa. You have that, this is mine, okay?”. Dan ajaibnya, si jahil Chana, manut dan nurut.

Saya bisa bayangkan pertanyan Diva nanti malam adalah, “where is Channa? I wanna play with Chana”.

Lalu esok paginya, dia akan ke kamar sebelah. Katanya, “i want play with baby Bhanu”. Iya, Si Chana baru saja punya adik baru, Bhanu. Baby Bhanu.

Sampai jumpa di Indonesia. Di Jogja.

View on Path