Fast and furious

Pagi ini kelas 8 berangkat kemping.
Lokasi drop off nya di parkir taman depan pos jaga saya.

Selama 15-20 menit saya seakan menonton film action secara langsung. Pemerannya para ibu-ibu. Tanpa stuntman!! Film Fast and Furious kalah jauh.

Mobil-mobil ibu-itu berdatangan hampir bersamaan. Belok tiba-tiba tanpa kasih tanda. Ada yang ambil haluan kiri banget tapi tiba-tiba belok tajam ke kanan. Ada yang krlihatannya lurus sambil mata jelalatan liat tempat kosong, begitu ada, langsung banting stir. Anaknya sudah turun, mobil tanpa kulonuwun langsung mundur belok dan tancap gas.

Semuanya ndak pake reting!! Eh, apa namanya,sein. Ndak pake kasih tanda. Hebatnya, atau untungnya, selama 20 menit menegangkan itu ndak ada satupun insiden kecelakaan, atau klakson berbunyi kencang. Paling bunyi rem mendecit berhenti mendadak. Dan bisa dipastikan itu dari mobil para guru yang hari itu mendapat ujian hidup melewati lokasi film action itu.

Sambil menonton, saya baru sadar di sebelah saya juga ada bapk2 yang terbiasa naik sepeda melewati jalan itu tiap pagi. Dia berhenti dan ikut menonton. Saya sapa, “Oom, kok ndak lewat aja?”
Sambil tertawa dia menjawab “ndak. Saya masih cukup waras. Saya nunggu aja sampai kegilaan itu berhenti”

Dan kami berdua menonton film itu. Bonus adegan bertambah dengan dua mobil lewat tapi bagasi belakang masih kebuka lebar, sehingga saya harus hentikan. Ditambah satu mobil yang tiba-tiba pintu belakang kebuka sendiri, si bapak pengendara sepeda membantu menutup pintunya, dan adegan dramatis mobil jalan kenceng dan dikejar salah satu murid. “Momm….my shoes are still in the car…..”

Perlu ditambah adegan ibu-ibu pake matik kayaknya….

#baladatrafficwarden

View on Path