Senyumku Cerahkan Duniamu

Diantara sekian guru yang mewati saya setiap hari, hanya ada satu orang, iya satu, yang tidak pernah merespon senyum atau sapaan saya. Sama sekali. Kalau yang lain, minimal, membalas senyum. Atau menganggukkan kepala, atau hanya mengacungkan jari. Jari telunjuk atau jempol. Bukan jari tengah. Yang ekstrim adalah dari dalam mobil sambil dadah-dadah. Yang super baik adalah membuka jendela dan membalas ucapan saya.

Seminggu ini, saya banyak menerima sapaan: Welcome back.. Saya berasa seperti Arnold Segarseger berkata “I’ll be back..”

Nah, ibu guru satu ini, disapa, disenyumin, tetep aja mobilnya lempeng dengan muka lurus datar tanpa ekspresi. Mobilnya segede gambreng tipe mobil luar kota. Tampak gagah. Mobilnya, bukan ibu-nya. Ibunya sendiri terlihat sudah senior, untuk tidak menyebut tua.
Saya biasanya tak perduli. Dia membalas atau tidak, saya senyumin atau sapa. Sudah jadi template tiap pagi. Lha wong kadang ndak ada mobil lewat saja saya sudah senyum-senyum kok *eh

Tapi, pagi ini, saya lagi malas. Matahari cukup menyengat dari belakang. Saya hanya memandang lurus ke depan seperti patung polisi di perempatan jalan. Pikiran kosong melayang-layang “lhaaaapoooo aku ngadeg isuk-isuk nang kene..”
..dan mobil ibu guru itu lewat. Saya kali ini, karena keasyikan melayang-layang membayangkan menang lotere 30 juta dollar, tak memberikan senyuman maut saya.

Eh, mobil itu berhenti. Dan membuka jendela. Lalu menyapa:
“Good morning…”
Saya sedikit gelagapan, lalu mendekati mobil itu.
“Yes, Maam?”
“Are you okay, honey?”
Jiaaaah, honey..
“Pardon me?”
“Where is your smile? I don’t see you smile this morning”
Saya agak bingung. Ini pertanyaan yang tidak pernah saya duga.
“Oh yeah, I don’t see your car”
Okay, ini jawaban tolol. Mobil segede gambreng kok ndak dilihat. Si ibu tersenyum. Tampak tidak percaya tentu saja.
“you are okay, right?”
“yes, I am okay, Maam. Thank you for asking..”
“you are welcome. Have a good day… see you tomorrow”
Lalu mobilnya masuk areal parkir.

Ciyeeeciyeeeee, senyum saya diperhatikan rupanya.

Ciyeeeciyeee….masak kamu kalah Mblo? Senyum saya aja diperhatiin, masak kamu guling-guling sambil jumpalitan tetap jomblo?

*langsung ganti nama jadi Igak Hani Siti Triti Peniti Wati Jalan hati-hati Sesekali Mringisi

#baladatrafficwarden

View on Path