Fast and furious Pagi ini kelas 8 berangkat kemping. Lokasi drop off nya di parkir taman depan pos jaga saya. Selama 15-20 menit saya seakan menonton film action secara langsung. Pemerannya para ibu-ibu. Tanpa stuntman!! Film Fast and Furious kalah jauh. Mobil-mobil ibu-itu berdatangan hampir bersamaan. Belok tiba-tiba tanpa kasih tanda. Ada yang ambil haluan kiri banget tapi tiba-tiba belok tajam ke kanan. Ada yang krlihatannya lurus sambil mata jelalatan liat tempat kosong, begitu ada, langsung banting stir. Anaknya sudah turun, mobil tanpa kulonuwun langsung mundur belok dan tancap gas. Semuanya ndak pake reting!! Eh, apa namanya,sein. Ndak pake kasih … Lanjutkan membaca

Pancake Day Pagi-pagi, saat sampai di lokasi, manager saya bilang, “Its a pancake day, Satrya” “Oh no…” “Yeah, i know. You know what to do..” Sekolah ini sering punya program menarik. Seperti costume day, science day, dan juga hari ini, pancake day. Memasak dan makan pancake di sekolah. Hari-hari khusus seperti ini menjadi kesempatan para orangtua mokong untuk melanggar peraturan biar bisa parkir di areal parkir utk staf. Mereka mempergunakan beragam alasan. Dan seringkali alasan itu alasan yang saya tidak bisa dan tidak boleh menolak: sakit atau bawa barang berat. “Its a pancake day, but my daughter cant walk. She … Lanjutkan membaca

Mewah Serapah Menjadi kaya tak menjamin orang berbudaya atau beradab seperti orang biasa. Seperti biasa, saat menjaga areal parkir staf sekolah ini, saya pasti berhadapan dengan satu dua orangtua bebal. Seperti pagi ini, sebuah mobil merah menyala, mobil sport begitu, pendek drngan knalpot tak beda seperti motor knalpot brong, datang dan mencoba masuk. Saya hentikan mobilnya dan menyapa pengemudinya, seorang bapak-bapak dengan jas dan dasi, serta anak perempuannya, tampaknya senior student. “Oom, seharusnya ndak boleh lewat sini Oom, ini buat pegawai sama guru doang” “Loh, saya ndak parkir kok. Cuman ngedrop doang..” “Bukan soal parkir ndak parkir, Oom. Kan itu … Lanjutkan membaca

Harga senyuman Setiap pagi, setidaknya 120 mobil melewati pos jaga saya ini. Sebgian mobil para guru dan pegawai, sisanya mobil orangtua murid. Standar saya adalah memberikan paket lengkap: angguk kepala, senyum dan sapa. Saya dibayar 30 dollar per jam untuk melakukan ini. Itu tentu saja sudah termasuk tunjangan menghitam karena berjemur, wet look kalau hujan, tunjangan kegelisahan karena ditatap dengan penuh kekaguman oleh mamah-mamah muda dan anak-anak SMA, tunjangan dibohongi oleh orangtua yang ngaku anaknya sakit padahal cari parkir, plus tentu saja tunjangan kaget setiap kali ada mobil lewat dan si asu di kursi belakang selalu menyalak (dasar asu rasis..). … Lanjutkan membaca

Dapet hadiah mug dari para “angles”. Diva beringsut-ingsut menyodorkan mug ini sambil berkata, “Ajik..this is berday gift” (birthday) Semua langsung tertawa. Diva ikut tertawa. Dia sadar ada yang salah. Buru-buru dia meralat, “Ajik…this is christmas gift” Kami semua tambah ngakak. Kali ini Diva manyun. Iya, Valentine belum masuk kosa katanya. Wah di Bali nanti tambah bingung. Ada galungan, kuningan, saraswati, pagerwesi, kajengkliwon…. View on Path Lanjutkan membaca

Terkunci Pintu mobil saya tidak bisa dibuka dari dalam. Untungnya bisa dibuka dari luar. Dan untuk memperbaikinya bukan hal yang mudah. Bengkel di sini tak bisa langsung didatengi. Harus bikin janji dulu. Baru sore ini bisa saya bawa ke bengkel. Jadi kalau ada yang ngelihat ada orang yang membukakan pintu mobil saya terus keluar sosok manis, itu bukan karena saya ngelamak. Lha pintunya ndak bisa dibuka dari dalam. Pintu terkunci dari dalam ini mengingatkan saya pada jomblo. Jomblo kadang mengunci hatinya rapat-rapat, dan perlu orang lain membuka hatinya dari luar. Mirip pintu saya ini. Tapi bedanya, saya bisa cari montir … Lanjutkan membaca

Pagi ini beli, atau shopping menurut Diva, beberapa alat pembersih di mall dekat rumah. Karena masih pagi, sebagian besar toko baru buka. Diva, seperti biasa, girang bukan kepalang. Saya naikkan ke troli belanja, dan sepanjang perjalanan dari tempat parkir ke supermarket langganan, tangannya tak berhenti menunjuk dan berteriak. “Ajik, thats open..let shopping there” “Ajik, thats open..” Begitu seterusnya. Semua toko diabsen dgn lantang. Banyak orang melihat tentu saja. Saya berlagak tak mendengar dan tetap lurus mendorong trolli. Sesekali saya cuman menjawab “yeah diva…” Pagi ini, saya terlihat seperti bapak paling pelit sejagad raya….. View on Path Lanjutkan membaca