Hari pertama bertugas markir lagi.
Hujan deras. Iyah, hujan. Padahal ini musim panas. Padahal kemarin-kemarin suhunya 40 derajad. Bisa dipake goreng telor.

Sudah hujan begini, eh para mamah-mamah mudanya dateng sebelum jam-nya, ndak masang tanda nama anaknya, antri sebelum waktunya, berhenti di tikungan.

Kacau. Terpaksa hujan-hujanan sambil tetap masang senyum ramah dan meminta mereka tertib. Lalu satu ibu membuka jendela dan berkata, yang saya terjemahkan sebagai “mas, sakno sampeyan iku, teles kabeh”

Dalam hati saya berkata, “wat wet wat wet, awakku teles yo gara-gara kalian itu ndak tertib. Engko aku buka kelambi macak wet look, modar kabeh”

#baladatrafficwarden

View on Path