Pulang ke rumah, si Diva langsung dijadikan obyek latihan rias oleh kakaknya. Hampir tiga puluh menitan dua anak itu mendekam di kamar. Echa menggondol peralatan rias ibunya. Tentu semula tanpa seijij ibunya, karena sempat ada teriakan, “Echaaaa, peralatan rias Ibu manaa?”

Si echa buru-buru menjawab,”here ibu, i bring it to my room. Can i borrow it for a moment, please?”

Walau terpaksa, ya sudah diijinkan. Iya ibunya punya trauma gara-gara pernah lipstik yang baru beli langsung habis dipake echa lipstikan, terus merias adiknya, terus sama adiknya, dipake menggambar. Di tembok.

Lalu voila, jadilah adiknya seperti ini. Eh, setelah merias adiknya, Echa langsung molor ngorok depan tipi. Diva yang langsung galau karena dia kepengin minum air tapi ndak mau lipstiknya rusak…

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s