Hari pertama bertugas markir lagi. Hujan deras. Iyah, hujan. Padahal ini musim panas. Padahal kemarin-kemarin suhunya 40 derajad. Bisa dipake goreng telor. Sudah hujan begini, eh para mamah-mamah mudanya dateng sebelum jam-nya, ndak masang tanda nama anaknya, antri sebelum waktunya, berhenti di tikungan. Kacau. Terpaksa hujan-hujanan sambil tetap masang senyum ramah dan meminta mereka tertib. Lalu satu ibu membuka jendela dan berkata, yang saya terjemahkan sebagai “mas, sakno sampeyan iku, teles kabeh” Dalam hati saya berkata, “wat wet wat wet, awakku teles yo gara-gara kalian itu ndak tertib. Engko aku buka kelambi macak wet look, modar kabeh” #baladatrafficwarden View on … Lanjutkan membaca

Minggu lalu, tiga hari berturut-turut suhunya mencapai 40 derajad. Panas ngelotok seperti oven. Kemarin dan hari ini tiba-tiba suhu jadi dua puluhan derajad. Dan hujan deras. Bayangkan hujan saat musim panas. Besok berubah lagi jadi 38. Suhunya mencla mencle, ndak fokus, tidak konsisten. Mengingatkan saya pada jomblo… #jombloisme View on Path Lanjutkan membaca

Pasar senggol perth. Beli steak ala spanyol, minum es tebu kolombia dan es teh maroko, es krim italia, ote-ote jepang, martabak turki sambil makan dibelakang orang dengan bahasa jerman,india, perancis, dihibur barongsai, dibalur mambu keringet sembarang kalir. Lalu tiba-tiba saya kepengin makan tahu tek darjo…. View on Path Lanjutkan membaca

“I have something for you, Satrya” Begitu kata supervisor saya saat bimbingan siang ini. Lalu sejam dicecar draft disertasi plus rencana produksi saya. Lidah kayaknya kusut menjelaskan dan berargumentasi. Setelah selesai, barulah dia berikan ini ke saya, dua box isinya film Indonesia semua. Beberapa malah film-film lawas yang saya cari untuk bahan riset saya. Waduh, harta karun bener… View on Path Lanjutkan membaca

Cukur rambut bagi saya bukan lagi masalah besar sekarang. Tinggal datang ke langganan di mall dekat rumah. Sangat mekanis, datang, masukin duit, ambil antrian, duduk nunggu dipanggil. Saya pernah bahas itu di sini: Cukur Rambut yang Tak Bikin Semrawut | My Blog, My View https://satryawibawa.com/2016/01/08/cukur-rambut-yang-tak-bikin-semrawut/ Pagi ini saya datang lagi. Cukup ramai dan ada tiga perempuan tukang cukur yang standby. Rata-rata bermuka asia timur. Saya duduk dan seperti biasa, sebelum ditanya, saya langsung bilang: could you please make it short and tidy.. Dia mengangguk. Mulailah proses mencukurnya. Biasanya cepat. Tapi kali inj tiba-tiba-tiba di tengah proses cukur, dia memanggil temannnya: … Lanjutkan membaca

Waktu pulang kemarin, kami sempat degdegplas. Petugas imigrasi australia sempat meminta double check paspor Diva. Iya, terang saja beda jauh. Foto di paspor Diva dibuat saat dia berusia sebulan. Itu pake bonus nangis. Dan petugas imigrasi Indonesia yang memfoto juga ndak pengalaman moto bayi buat foto paspor. Petugas imigrasi Australia sempat berkali-kali memandangi Diva dan foto di paspornya. Dia juga memanggil supervisornya. Yang juga memperlihatkan raut muka sama: bingung. Sampai akhirnya mereka berkata: yeah, she is okay. You guys good to go. Ini bakal begini terus sampai paspornya Diva habis masa berlakunya… View on Path Lanjutkan membaca

Barbie: Senjakala Pria Perkasa

REAL: Review Asal Ini film permintaan Echa dan Diva. Serius. Saya ndak bohong. Potong leher anda kalau saya bohong! Ini karena saat suatu sore, Diva tiba-tiba datang dengan muka melas sambil berkata, “Ajik, I want bobby…I want to watch bobby…”. Iyah, Diva maksudnya Barbie. Maka jadilah kami nonton Barbie streamingan. Echa yang gesit mencarikan film Barbie terbaru. Serius, ini yang terjadi. Bukan saya yang sengaja cari film barbie, lalu menontonnya sambil minum bir dan pie susu. Tapi Barbie ini selalu menarik hati. Eh, maksudnya menarik buat dikaji. Barbie menjadi bentuk perlawanan terhadap dominasi laki-laki. Barbie menjadi symbol idola anak-anak perempuan. … Lanjutkan membaca Barbie: Senjakala Pria Perkasa

ARRIVAL: Saat Alien Cuman Jadi Peran Figuran

REAL : Review Asal Seri 1 Ini review film secara asal. Ndak usah sakit hati. Apalagi sakit gigi. Arrival ini posternya bikin PHP. Terutama para penggemar Alien, begitu melihat posternya akan membayangkan sebuah serangan alien ke bumi. Bayangin, ada gambar obyek bulet lonjong terus metungul helicopter segede upil. Ini bakal bikin alien-freaks bakal berloncatan riang gembira…”another independence day!”. Lalu, lima menit pertama mereka akan harap-harap cemas menunggu. Biasanya, film alien awalnya penuh drama. Mirip jomblo nunggu idolanya datang di ujung gang. Deg-degan, pipis pun ditahan. Lalu benda itu datang. Suasana kacau. Kelas sang bu dosen cuman dihadiri segelintir orang. Ini … Lanjutkan membaca ARRIVAL: Saat Alien Cuman Jadi Peran Figuran

Pulang ke rumah, si Diva langsung dijadikan obyek latihan rias oleh kakaknya. Hampir tiga puluh menitan dua anak itu mendekam di kamar. Echa menggondol peralatan rias ibunya. Tentu semula tanpa seijij ibunya, karena sempat ada teriakan, “Echaaaa, peralatan rias Ibu manaa?” Si echa buru-buru menjawab,”here ibu, i bring it to my room. Can i borrow it for a moment, please?” Walau terpaksa, ya sudah diijinkan. Iya ibunya punya trauma gara-gara pernah lipstik yang baru beli langsung habis dipake echa lipstikan, terus merias adiknya, terus sama adiknya, dipake menggambar. Di tembok. Lalu voila, jadilah adiknya seperti ini. Eh, setelah merias adiknya, … Lanjutkan membaca