“Kamu kerja di mana, Mas?” “Di kantor perusahaan tambang. ****chi.” “Wuih, hebat sekali. Kok bisa?” “Ah biasa saja” “Tapi kan mas masih kuliah?” “Iya, saya mendapat jam kerja yang fleksibel. Karena masih kuliah, saya milih kerjanya sore sampe malam” “Oh bisa ya? Ndak ada penjaganya?” “Saya dikasih kunci dan juga diberikan password alarm. Kalau ada apa-apa saya tinggal telp security” “Wah, luar biasa mas ini.” “Ah ndak kok biasa aja” “Kalau tahu pasword segala, bisa masuk ke semua ruangan dong?” “Bisa sih, ruang direktur, malah gudang segala bisa. Tapi ngapain?” “Wah hebat mas ini…masih kuliah sudah kerja di perusahaan tambang” … Lanjutkan membaca

Ini cuman ada menjelang Natal. Rumah dihias gila-gilaan dengan lampu dan ornamen menyala. Ancen rodok kurang hiburan kuto iki. Kemarin malam ikutan berburu rumah menyala. Ini deket rumah. Untuk lihat dan foto rumah ini aja harus antre. Jalan perumahan mereka sampe macet. Di kecamatan tetangga kabarnya sampe antre bener. Kalau di Indonesia, minimal akan ada tukang parkir plus penjual teh kotak atau jagung bakar… #nataldiperth View on Path Lanjutkan membaca

Orang yang kemarin memotong pengaman koper saya dan mengacak-ngacak isinya, tampaknya kecewa berat. Koper itu memang berat sehingga si pelaku mungkin mengira isinya barang berharga. Setelah dibuka, isinya: kue pie susu, be lindung (belut goreng), basa genep, kopi, kerupuk mentah, kering tempe…. Mungkin orang itu mengira kami akan buka warung nasi Bali di Perth….. View on Path Lanjutkan membaca

“Diva, you stay home with kakak ya..” “Nooo…mamiii…” (sambil mewek dan nangis kenceng) “Mami should go somewhere with ajik” “Noooo…mammii. Stay home” “You can go shopping with Gungwa (kakak ipar saya)” “Shopping…” tiba-tiba berhenti nangis. Dua jam kemudian, kakak ipar saya mengirim foto ini. Wah, bahaya ini… View on Path Lanjutkan membaca

Saat belanja di supermarket, Diva selalu berkata, tepatnya berteriak, “i want that, Ajik” sambil menunjuk barang yang dia mau. Tentu harus ada syaratnya: pake gambar “Le I Go”, atau “princess”, atau “minie mouse”, atau warnanya menarik. Tentu semuanya biasanya saya abaikan. Saya lalu memilih buah. Kebetulan buah favorit saya, Nectarine, sudah mulai musimnya. Saya biarkan Diva yang memilih. Ramai. “Ajik look at this”, “ajik, so delicious”, dan segala macam celotehan Diva. Rada lebay emang ni anak, padahal cuman milih buah. Banyak yang melihat dan tertawa. Akhirnya, setelah dia menjatuhkan tiga buah, saya memutuskan untuk menghentikan aksi Diva. Walau dia berkata … Lanjutkan membaca