Patut. Kentut.

Musim semi ini bikin gregetan. harusnya menikmati matahari, eh yang ada tigahari ini hujan dan angin kencang.
Apalagi pagi-pagi. Seperti biasa, masalah lama tetap ada. Kebelet pipis. Tapi, saya menemukan cara bagaimana caranya menahan rasa kebelet pipis ini.
Caranya yaitu dengan tidak memikirkan keinginan untuk pipis. Gampang kan? Miriplah dengan cara melupakan mantan. Bagaimana cara melupakan mantan? Gampang, cobalah untuk tidak mengingatnya. Pasti lupa.

Tapi, angin kencang belakangan ini membuat masalah saya tambah satu. Dan ini tidak main-main: hasrat ingin kentut.
Ini warbiyasak! Hasrat pipis bisa dilupakan tapi hasrat kentut itu susah. Apalagi elemen yang keluar itu berbeda. Cairan bisa disumbat (Cuuuk..iki diiket thaaa). Tapi udara itu susah ditahan. Persoalannya, bagi saya, kentut itu tidak maknyus kalau ndak pake efek suara. Makin bariton makin mantap.

Tapi e tapi, kan tak patut kalau lagi jaga parkir sambil kentut. Apa kata dunia? bayangkan, tukang parkir manis, senyum, sambil menyapa, “Good morning …brut..”. Pucing pala berbi..

Dua hari kemarin, saya bergulat dengan hasrat ini sedemikian keras. Sekeras menahan keinginan untuk fesbukan saat lagi ngetik disertasi. pasti gagal.
Iya, akhirnya, kalau pagi, karena sering masih sepi, saya melakukan pelepasan udara yang berlebihan itu dengan mencicil. satu mobil lewat, satu brut… Kalo kebetulan mobilnya lewat beriringan, ya brut brut brut… mirip lagu naik kereta api itu..

yang susah sore harinya. Saya ndak bisa nyicil. Karena berhadapan dengan orangtua yang antri menjemput anaknya.Tentu, sungguh tak patut kentut di depan mereka. teman yang jaga di areal lain ternyata mengalami masalah yang sama. bedanya, dia masih bisa nahan. Kemarin sore, karena sudah tak tahan, yang saya lakukan adalah berlari ke mobil saya, masuk, tutup pintu, hidupin mesin, lalu:……bruuuuuuuuuuuuutt. Mantaaap. plus bonus..brut-brut kecil. keluar mobil dengan lega.

Biarin, daripada ndak bisa kentut. Sengsara loh…
Coba aja situ ndak bisa kentut sebulan….

#baladatrafficwarden

View on Path