Tag

, , , , , , , , ,

Lagi ramai penerimaan mahasiswa baru. Termasuk di Komunikasi Unair. Pasti unyu. Mirip saya. Mahasiswa baru, selanjutnya saya singkat haru. Iya, biar ndak mainstream. Masih mending haru, ketimbang waru? Nah, sementara mereka, atau kalian, jika membaca ini, menikmati keseruan menjadi mahasiswa baru, ada beberapa nasehat perlu agar bisa selamat sebagai mahasiswa baru. Tentu, ini berlaku hanya di Komunikasi Unair. Ndak tahu di tempat lain. Tapi, kalaupun berguna, tentu bisa ditiru. Karena saya kok ndak yakin di tempat lain ada yang se-unyu-unyu komunikasi Unair ini

Pertama, dosen komunikasi Unair itu suka ber-semiotika. Dengarkan betul setiap perkataan mereka. Kalau perlu setiap titik koma atau kata-kata lirih yang keluar belakangan. Misalkan saja, yang sederhana, fenomenal dan sensasional tentu saja ucapan lembut dan menusuk. “Tolong, kamu yang baru datang, tutup pintu dari luar”. Para Haru yang datang terlambat seringkali ge-er mengira itu ucapan selamat datang. Jadi, kalau disambut kalimat itu, silahkan masuk tapi tutup pintu dari luar. Coba deh kalau bisa.

Haru juga harus waspada jika dosen-dosen di awal kuliah selalu berkata, “Kuliah ini bakal ringan dan menyenangkan”. Itu biasanya akan berakhir dengan anda diputus pacar karena lebih banyak kencan sama tugas daripada sama pacar. Kalau yang belum punya pacar biasanya mempergunakan alasan tugas sebagai sebab menjomblo terlalu lama. Padahal aslinya ya kurang begitu laku. Semiotika berbisa lainnya juga harus diwaspadai kalau ada dosen anda berkata dengan santai, “Sudahlah, nilai itu gampang. Santai saja buat dosen”. Emang bener. Jadi jangan kaget kalau anda nyantai ya dia akan santai aja memberi D atau C.

Kedua, saat masuk ke kawah candradimuka di lantai 2, tempat para dosen anda bersarang, pastikan benar anda tahu harus ngapain di sana dan mencari siapa. Jangan sampai anda gelagapan saat ditanya mau ketemu siapa. Lah, sama dosen aja gelagapan, gimana mau ketemu calon mertua? Lalu, pastikan juga orang yang anda ajak bicara adalah dosen komunikasi. Karena kadang ada juga dosen prodi lain yang betah bertandang di komunikasi. Ada juga para penjual Tupperware atau batik yang rajin berkunjung ke sana. Ada juga yang cuman mau cari makanan ke sana. Yang lebih parah lagi, ada juga yang merupakan gabungan ketiga-nya. Parah beuts!

Lalu, hati-hati dengan kakak-kakak kelas anda. Banyak yang datang ke kawah candradimuka itu seolah sedang rajin bimbingan. Padahal habis diomeli habis-habisan karena ndak pernah datang bimbingan skripsi. Atau mereka yang minta bisa ikut ujian padahal kuliah ndak pernah datang. Tapi, ada juga para dosen-dosen luar biasa yang jomblo-jomblo. Kalau yang ini saya promosikan benar. Kasihan mereka, kalau kelamaan bisa kering menggantung. Mirip jemuran.

Ketiga, setiap dosen punya aturan sendiri. Jangan disamakan dengan yang lain. Misalkan saja soal cara memanggil. Jangan mentang-mentang Rendy itu ganteng, lalu kamu manggil dia dengan Yayang rendy, Atau Cyinnnn, atau kangmas rendy. Kabarnya, dia lebih suka dipangil Oom rendy. Lalu ada dosen pinter banget namanya Irfan. Walaupun reputasi jomblo dia sangat terkenal, jangan langsung manggil Pak hanya karena sekarang dia sudah beristri dan beranak. (cuk, beranak pek…bahasaku..) Kabarnya sih dia suka dipanggil Paklik. Yang jelas, bertanyalah lebih dulu. Malu bertanya, sesat di komunikasi. Bayangin, sesat di komunikasi, 10 tahun ndak lulus-lulus. Adik kelas yang kesepuluh nyeluk awakmu eyang-ti atau eyang-kung gitu.

Keempat, siapkan jawaban paripurna saat ditanya dosen. Kamu ndak pernah tahu garis nasibmu seperti apa hanya karena salah menjawab. Misal ditanya dosen, “Kamu udah punya pacar?”. Dan kamu menjawab “Belum mas/mbak” dengan harapan kamu dianggap single mandiri sejati. Kamu salah! Setiap kali kamu ketemu mereka kamu akan ditanya,”Masih belum punya pacar? Gimana jadi PR atau marketing kalau kamu belum laku begitu..”. Itu akan kejadian sampe kamu lulus! Bahkan dibanyak kasus, mahasiswa kom lulus bukan karena sudah waktunya lulus gitu, tapi karena bosen ditanya “kamu belum punya pacar?”.

Lalu, harus jawab apa? Jawab “Sudah, saya sudah punya pacar” begitu? Ya tetap salah! Karena kamu akan dibalas dengan pernyataan, “Oh sudah punya, tapi biasanya, begitu masuk komunikasi, langsung putus. Atau diputusin… Biasanya sih. Tapi pasti kejadian”. Gimana, siap?

 

Perth, 25 Agustus 2016

Ini juga perlu buat kamu, mahasiswa baru…

https://satryawibawa.com/2015/07/30/pengantar-panduan-seru-untuk-mahasiswa-baru/

https://satryawibawa.com/2015/08/04/panduan-seru-untuk-mahasiswa-baru-kenali-kakak-kelasmu-atau-dosenmu/

https://satryawibawa.com/2015/08/05/panduan-seru-untuk-mahasiswa-baru-cara-luar-biasa-jadi-maha-siswa/

https://satryawibawa.com/2015/08/06/panduan-seru-untuk-mahasiswa-baru-kamus-seru-mahasiswa-baru/