Eddie dan KFC

Diva sering memadukan kalimat-kalimat baru yang dia ingat. Terutama yang didengar dari peppa pig atau dari kakaknya. Bahasa inggris dan Indonesia dicampur baur.

Seperti saat perjalanan kami ke Gnomesville. Sepanjang 2 jam perjalanan, Echa berdebat dengan kami soal nama gnome yang akan kami letakkan di kampung Gnome itu.

“Is there any rules for naming the gnome, ajik?”
“I dont think so. As long as people knows the gnome from you and diva”
“Okay, how about Alexandra?”
“What? How about the name represents you and diva?”

Istri saya mengusulkan “how about Eddy?”

“No ibu. It sounds like man’s name”
“No it doesnt”
Tiba-tiba Diva teriak,”no way, its not fair..”

Kami semua terdiam. Say lalu bertanya,”why its not fair Diva? Do you want another name?”
“Ayhasm goeng kefc”
“Sorry?”
“I think Diva said ‘ayam goreng KFC’ ajik…” Echa mencoba membantu.

“Ayhasm goeng kefc” diva mem-bubbling lagi.
“Yes ajik, i am sure Diva said ‘ayam goreng KFC'”

Kami tertawa semua. Diva terlihat tidak senang. “Its not funny…”

Kamu tambah ngakak. Sepertinya Diva mencampur ingatan kalimat2 peppa pig drngan rengekan kakaknya kemarin yang meminta dibelikan ayam goreng KFC.

Tampaknya, semua sepakat Gnome diberi nama Eddie. Daripada diberi nama “ayam goreng KFC”? – at Gnomesville

View on Path