Semut.Diva ini tak terduga. Malam ini, saat saya sedang makan, dia bergegas mendekati saya sambil teriak,”ants…ajik, ants..there”

Tangannya menunjuk ke ruang keluarga. Iya, selain lalat, semua juga bisa bikin dia teriak-teriak. Saya jawab, “thats ok, Diva…”

“No way..ants, there” mukanya cemberut. Dia berharap saya membersihkan semut-semut itu. Akhirnya dia beringsut kembali. Saya kembali makan. Menunya ikan goreng. Pake sambal. Tak terkira nikmatnya. Lalu saya melihat Diva lewat dan masuk dapur. Saya biarkan.

Eh, sekali lagi dia lewat, masuk dapur, terus kembali lagi. Begitu terus sampai keempat kalinya, saya jadi ingin tahu.

“Diva, what are you doing?”
Dia berhenti sambil mengacungkan tangan yang terlihat memegang sesuatu.

“Ants…throw bin. Ants throw bin”

Heh? Maksudnya?
Saya mendekati dia. Diva berjalan ke dapur lalu terlihat membuang sesuatu ke tong sampah. Lalu dia kembali lagi ke ruang keluarga. Saya ikuti terus. Diva membungkuk, mengambil sesuatu di karpet, memegangnya, lalu pergi ke dapur sambil ngoceh “ants throw bin”.

Oalaaah, Diva membuang semut-semutnya ke tong sampah. Waduh, kalau begini bisa seminggu baru habis semua semut-semutnya diambiln satu per satu dibuang ke tong sampah.

*babysitting

View on Path