Upcoming Movie: the Traffic

Upcoming Box Office Movie: Film berikutnya yang ditaruh dalam kotak di kantor Traffic. mengisahkan seorang mahasiswa manis yang bekerja paruh waktu menjadi penyelamat lalu lintas dan ruang parkir di sebuah negara yang sebagian besar warganya perempuan. Dia memakai topi ajaib yang melindungi kepalanya dari sengatan matahari dashyat dan serangan racun yang dilempar oleh musuhnya, the Crow (Baca: Burung gagak) yang sering pup sembarangan sembari terbang, Miriplah sama manusia yang pipis sambil lari. Juga melindungi kepala dari hujan air yang dari atas. kalau hujan yang dari samping, dia pake jas bersinar dalam gelap. Walaupun siang, jas ini juga tetap bersinar karena … Lanjutkan membaca Upcoming Movie: the Traffic

Good Morning

Sore Hari. Sebuah BMW merah menyala memasuki areal parkir. Ada stiker P. Artinya baru dapet SIM. Mau parkir kok susah banget padahal space yang ada cukup buat tiga mobil. Saya bantu mengarahkan. 5 menit hanya untuk parkir. Si sopir keluar. Tante-tante. Pake baju merah. Sepatu hak tinggi warna merah dan….astaga, topi lebar warna merah. Saya terpana. Dia menyapa,”hello..” Saya menjawab, “good morning…” Lalu hening…… View on Path Lanjutkan membaca Good Morning

Orientasi Iya, masa orientasi mahasiswa baru di Curtin ini menyenangkan. Selama seminggu, mahasiswa baru dimanjakan dengan banyak hal. Free merchandise misalnya. Saya dulu sering ikutan acara orientasi, dan pulangnya selalu bawa belasan pulpen, hapusan, stabillo, note, gratis. Kadang ndak pernah kepake. Namanya gratisan. Sekarang, panitia dari BEM-nya bikin makan pagi, coklat dan sup gratis tiap hari selama seminggu. Ada mbak dan mas unyu-unyu selalu senyum manis dan siap membantu mahasiswa baru. Mereka juga volunteer dari angkatan sebelumnya. Silahkan ditanya semua. Pasti dijawab dengan ramah. Misalnya,”mbak, udah punya pacar?” Dia akan jawab “udah. Tuh pacar saya lebih ganteng dan kaya dari … Lanjutkan membaca

Semesta

Pagi ini gelap, hujan dan dingin. Sungguh kombinasi yang tak mengenakkan hati untuk berdiri pagi-pagi. Kostum dan peralatan perangpun makin berat. Baju tebal lapis tiga, plus jaket glow in the dark kebanggaan dunia plus pedang saber berwarna merah yang bisa menyala. Perlengkapan standar tukang parkir. Dar kejauhan, saya mungkin seperti Dart Vader. Bukan Hans Solo. Soale ireng. Lek onok arek cilik rodo kemlinthi lan wedhian, dari jauh pasti dia udah tereak-tereak ke ibunya, “Maaamaaa, kok ada baju warna kuning gerak-gerak sendiri sambil bawa pedang..” Tapi, semesta sedang mendukung. Walau hujan lebat dari pagi, para orangtua dan guru yang lewat atau … Lanjutkan membaca Semesta

KFC

Eddie dan KFC Diva sering memadukan kalimat-kalimat baru yang dia ingat. Terutama yang didengar dari peppa pig atau dari kakaknya. Bahasa inggris dan Indonesia dicampur baur. Seperti saat perjalanan kami ke Gnomesville. Sepanjang 2 jam perjalanan, Echa berdebat dengan kami soal nama gnome yang akan kami letakkan di kampung Gnome itu. “Is there any rules for naming the gnome, ajik?” “I dont think so. As long as people knows the gnome from you and diva” “Okay, how about Alexandra?” “What? How about the name represents you and diva?” Istri saya mengusulkan “how about Eddy?” “No ibu. It sounds like man’s … Lanjutkan membaca KFC

Orang-orang gila dimana-mana. Orang gila sana menyerang orang gila sini. Orang gila sini mrmbalas menyerang orang gila sana. Ini seperti wabah zombie. Setiap serangan akan menimbulkan orang gila baru. Yang balas menyerang. Begitu seterusnya. Para orang gila itu tak akan mati. Mereka lebih suka menyuruh orang lain jadi gila dan menyerang orang lainnya yang akan menimbulkan orang gila baru. Yang jelas kehilangan nyawa dan jadi korban adalah orang gila beneran dan orang waras yang tak gila. Yang ada hanyalah nyawa yang berpulang. Karena perang, tak akan pernah ada pemenang. *duka saya untuk orang waras dimanapun juga yang jadi korban para … Lanjutkan membaca

Apresiasi

Apresiasi. Ini memang hal sederhana. Apresiasi terhadap baby Diva karena sudah berhasil mencapai kemampuan untuk “freefall”. Mirip-mirip lah sama prestasi bapaknya. Sama-sama freefall juga. Bedanya, yang Diva pertanda bagus untuk berani berenang, yang bapaknya freefall karena ancen gak iso renang sama urusan kapasitas lemak yang sedikit di atas rata-rata normal dan lingkar perut yang sedikiiiiitttt di atas standar. Begitulah. Wes, ndak usah nyolot. Aku wes nyolotin diri sendiri. View on Path Lanjutkan membaca Apresiasi

Dinosaurs.

  Mampir sebentar ke kampus. Saatnya babysitting sementara istri menemani echa nonton film bersama temannya. Dari jauh Diva sudah melihat mural di gedung kampus saya. Dia berteriak2,”Dinosaurs…roarrrr”, menirukan George, adiknya Peppa Pig. “That is not dinosaurs, Diva” Diva terdiam dengan cemberut. Dia ndak setuju dengan bantahan saya. “That Dinosaurs…roaarrr” Saya mengalah. Ya sudah. Dia minta foto. Pake hape. Gagal beberapa kali karena dia terus berloncatan sambil teriak “roaarrr” Saat itu seorang ibu-ibu keluar dari gedung. Melihat kami. Tertawa. Saat saya selesai, dia menyapa, “thats a big dinosaurs for you, little girl..” Diva menoleh. Seperti biasa dia beringsut mendekati saya. Malu. … Lanjutkan membaca Dinosaurs.