Makan dan Membaca

Ini persoalan genetika. Dua putri saya ini tampaknya mewarisi hobi yang sama. Membaca sambil makan. Saya dan kakak-kakak saya melakukan itu sejak kecil. Jadi, meja makan di rumah di Bali selalu dipenuhi koran, majalah, atau novel atau komik. Ibu saya selalu ngomel-ngomel jika melihat meja makannya dipenuhi majalah. Menutupi masakannya yang selalu lezat itu. (Yang tentu sudah tandas).

Kini, juga sama. Bahkan Diva juga sudah memulai, walau tak benar membaca. Maka, saya pun tak bisa mengomel kalau meja makan dipenuhi komik dan novel punya Echa. Karena kalau ngomel, istri saya langsung nyemprot, “hayoo..itu niru siapaaa..”

Waktu di Kuta dulu, jika koran pagi tak ada di meja, gampang mencarinya. Di meja makan. Belepotan sambal dan nasi. Jika tak ada, satu tempat lagi pasti ketemu.

Toilet. Iya, saya dan kakak saya juga hobi baca saat be’ol. Untuk yang ini, belum terlihat kalau Echa bakal ikutan.

View on Path