Makan Siang dan Olahraga

Ini tas makan siang saya. Dan tempat minum berisi teh hijau. Kabarnya saya mencanangkan hidup sehat. Sudahlah, percaya sama saya. Tadi sore, saya berjalan ke arah parkir mobil. Cukup jauh. Sekitar 2 km kayaknya. Saya ndak pernah ngukur jalan. Kurang gawean tha? Apalagi saya sengaja cari parkir yang gratis. Jadi di ujung bener. Di tengah jalan, saya mendadak ingat tadi meninggalkan tas makan siang ini di kantor. Dan masih ada buah yang ingin saya makan di dalam tas itu. Baliklah saya kembali. Ketemu yang lain lagi, “satrya, you are coming back? Whats wrong?”

“My lunch bag….” Kata saya sambil menunjukkan tas ini. Jalan lagi ke tempat parkir. Di tengah jalan, lagi-lagi teringat, sialan…botol minuman saya tertinggal di dapur. Padahal sudah saya isi air panas dan teh hijau. Itu, hidup sehat tadi. Balik lagi saya ke dapur. Teman di sana, langsung berkata, “i know, your bottle”.

Saya cuman nyengir. Akhirnya balik lagi. Total mungkin ada 3-4 kilo saya tempuh. Sampai mobil, keringetan. Banget. Eh, ada teman lain sedang di mobilnya. “Are you ok? You look so…”

“Wet?” Saya sambar. Dia cuman tertawa.

Ketinggalan dua barang ini memang pertanda. Pertanda bahwa……………

1. Saya perlu olahraga. Biar ndak pake alasan lupa barang untuk bisa olahraga.
2. Beli handuk biar ndak kelihatan basah.

Begitulah. Sudah. Jangan protes.

View on Path