Basa-basi pagi itu penting untuk aktivitas yang bertemu banyak orang. Orang yang sama. Setiap pagi. Yang paling sederhana, tentu menyapa selamat pagi atau kadang “how are you going?”. Tentu dijawab dengan jawaban standar. Apalagi areal saya yang pagi berdampingan dengan area sepeda dan lapangan tempat orang-orang membawa asu. Lucu. Asunya, bukan orangnya.

Tapi karena hampir tiap hari bertemu, apalagi mereka punya rutinitas, maka kadang sapaan bisa lebih akrab. Level ini adalah berkomentar soal cuaca. Nah, soal cuaca ini kadang sulit ketemu sepakatnya. Saya orang tropis, yang biasa dengan minimal 34 derajad. Apalagi darjo. Wah, ndak perlu punya pemanas air, air sudah panas sendiri.

Bagi saya, pembagian cuaca dan suhu di sini sederhana. Dibawah 20 itu adem, diatas 20 itu nyaman. Kalau dibawah 10, tinggal ditambahi, “adem cuk!!”. Apalagi kalau 2 atau 0 derajad, tambahi lagi “jancuk, adem. Asuuu” (salahe asu opo…kok yo disebut)

Hari ini, 9 derajad, tapi matahari cerah. Kalau saya berfoto pada saat seperti ini, paling kesel kalau ada orang komentar,”loh panas-panas kok jaketan?” Atau “kamu sakit tha? Kok jaketan?”. Tak sawat asu loh kamu.

Lalu, embah pembawa asu lucu itu datang. Menyapa dong.

“Good morning, how are you going?”
“Good morning, i am good but i feel a bit cold”
“Ah, this is fine, but i think my dog feel the same too. That’s why i put the jumper on her. To keep her warm”

Saya terdiam. Dia juga tiba-tiba terdiam. Sesaat kemudian dia buru-buru berkata, “ooh i am sorry, i dont mean to..” Mukanya terlihat memerah.

Saya tertawa. “No no, you all right. She is cute anyway..”

Kamipun lalu ngobrol soal kebiasaan orang sini memakaikan baju pada anjingnya.

Jangkrik, aku dipadakno karo asu…

View on Path