Sebagai orang yang tak suci dan sempurna (walau manis), bekerja sebagai penegak aturan ….parkir, sebetulnya agak dilematis. Kadang saya mencoba memahami posisi orangtua yang “terpaksa” melanggar aturan. Misalnya mengantar anak mereka pada area bukan untuk murid. Karena itu, kadang saya bersikap agak lunak. Apalagi aturan dasar pekerjaan ini adalah “dont argue with the parents and give a trust”. Susah kan? Apalagi utk orang yang emosional dan reaktif (walau manis) kayak saya. Kadang sudah ada tanda jelas begini, tetap dilanggar.

“That sign is unclear..” Kata satu bapak yang pakaiannya rapi, berdasi, mobilnya mercy, saat dia saya stop, sambil menunjuk tanda bertulis “No entry, staf permit holders and service vehicle only”

Tetooottt… (Ooo motomu picek tha? Aku sing inggris pas-pasan karo rabun ae sik ngerti)

Atau…
“I have been doing this since last year” bantah ibu-ibu yang asu lucu-nya ikutan menggeram saat saya larang masuk.

Tettoooot…(lambemu…mbok pikir aku ngencepno tanda iku isu-isuk mau tha?)

Tapi kadang ada juga yang saya berikan masuk jika mereka memberi alasan yang masuk akal. Ada yang anaknya pakai kruk, atau bawa biola segeda gaban, atau art material empat dus. Justru yang kayak begini biasanya orangtua yang taat aturan.

Tapi ada satu ibu-ibu yang saya tandai. Saya ingat betul mukanya dan anaknya. Dia mobilnya ganti-ganti, dan alasannya ganti-ganti. Alasan sakit, telat masuk, bawa ini itu, dan ini sudah kelima kalinya. Padahal saya selalu sampaikan bahwa dia harus apply permit ke sekolah dan menempel stiker itu di mobilnya. Saking seringnya, cara saya menjelaskan mirip mbak-mbak CS kartu kredit akhirnya.

Tapi pagi ini, ibu ini berhenti di pinggit jalan, di area jalur sepeda. Saya mendekat untuk meminta dia tidak berhenti di sana. Lalu, anaknya turun dan berkata, “good morning mister”

Dari seragamnya, dia anak kelas empat. “Good morning, what is going on?”

“Oh, ya, i talked to my mom this morning, and she promised me, she would not lie anymore to you. Right, mom?” Dia menoleh ke ibunya yang lalu membuka jendela. Ibunya senyum kecut tampaknya.

“Have a good day, mister,” si anak lalu berjalan masuk ke areal sekolah. Ibunya senyum ke saya. Masih kecut. Lalu berlalu.

Have a good day to you too….

#baladatrafficwarden

View on Path