Saya memahami pernyataan “sudah jatuh tertimpa tangga” itu setelah mendapat tugas memotong bawang.

Iya, bawang.

Kemarin, saya mendapat tugas memotong bawang. Satu box. Memotong bawang adalah salah satu tugas mengharukan di pekerjaan ini. Memakai kacamata memperparah tingkat kesedihan. Maka mulailah saya memotong bawang dengan bercucuran air mata. Tak perlu membayangkan ahmad dhani jadi presiden untuk bisa menangis seperti itu.

Satu saat, air mata membuat mata saya terasa perih. Sebuah mekanisme ketololan saya lakukan drngan mengusap mata saya drngan tangan yang bergelimang cairan bawang.

Saya pun menggelinjang. Perihnya bukan kepalang. Sungguh nasib saya yang malang.

*nangis sesengukan di pojokan sambil ngemil dua loyang pizza rasa baru.

View on Path

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s