Saya membayangkan satu trilyun itu memang banyak. Mungkin dapat membuat para penguasa di Jakarta dan di Bali tak bisa berbuat banyak. Tapi, itu membuat banyak rakyat Bali merasa sesak. Jika sudah tak tertahankan, bisa muak. Sehingga, sekarang mereka berteriak. Walau saya yakin, bagi Oom Tommy, satu trilyun itu tak banyak.

Saya membayangkan satu trilyun itu memang banyak. Jika kemarin saya memberikan penawaran bahwa satu triyun itu bisa dipergunakan untuk mengoptimalkan per-babian: https://satryawibawa.com/2016/02/15/satu-trilyun-itu-1/

Maka, sekarang saya coba tawarkan hal lain.

Satu trilyun itu mungkin bisa dibuatkan sebagai sebuah awal pusat riset dan data seni budaya Bali. Misalkan saja mengakomodasi para peneliti yang meneliti sejarah Bali, sejarah seni budaya Bali, sekaligus menjadi pusat konservasi seni dan budaya Bali yang perlu dijaga kelestariannya. Ribuan peneliti asing sudah melakukan penelitian di Bali dan tentang Bali. Pusat data ini dapat menjadi salah satu akses-point yang memungkinkan semua orang membaca hasilnya. Termasuk ribuan lontar dan manuskrip kuno yang mungkin perlu perlakuan khusus agar tetap terjaga dan tentu saja, akses bagi semua orang

Satu trilyun itu mungkin bisa dibuatkan lembaga seni Bali yang mendata dan mengakomodasi seniman dan kesenian bali. Banyak seniman Bali yang kini terlantar tak berdaya di masa tua. Padahal mereka maestro-maestro seni Bali. Bisa jadi, hanya mereka satu-satunya orang di muka bumi yang mnenguasai salah satu kesenian Bali yang langka. Pusat ini dapat menjadi pusat diseminasi dan distribusi keahlian seni Bali. Lembaga asing sudah banyak yang mengadopsi hal ini.

Satu trilyun itu mungkin bisa dipakai membelikan seperangkat gamelan bali lengkap bagi seluruh sekaa teruna-teruni di Bali. Jika perlu, semua sekolah mulai SD sampai SMA di Bali. Lengkap dengan para guru-guru pengajarnya. Mungkin sekalian juga membuat inovasi-inovasi. Saya kemarin menonton film dengan bintangnya Owen Wilson dan Pierce Brosnan, Judulnya No Escape, (http://www.imdb.com/title/tt1781922/). Lha masak film dengan setting Thailand ini ada adegan yang mempergunakan baleganjur bali sebagai background musiknya.

Satu trilyun itu juga mungkin bisa dipakai sebagai cara membuat pusat-pusat data dan pengembangan pertanian perkenbunan dan makanan Bali agar tak punah dan mudah didapat, minimal banten-banten di Bali berisi salak bali, jeruk bali, anggur Bali, disuguhi daluman, jaja clurut, begina, tape. Sekaligus rempah-rempah pembuat basa genep tetap mudah tersedia.

Jadi, Oom Tommy, Bali perlu pelestarian dan pengembangan seni. Bukan reklamasi.

 

Perth, 16 Februari 2016