Tag

, , ,

 

Hidup di negeri orang ini membuat saya harus merelakan kehilangan beberapa ritual-ritual yang menjadi bagian dari hidup saya sebelumnya karena beragam alasan. Terutama karena pola dan irama hidup yang berbeda. Tentu juga karena uang yang ada. Beberapa ritual itu tentu terkait dengan cara saya menjalani hidup tentunya. Ritual ini tentu merujuk kepada saya sebagai individu.

Misalkan saja, sebagai orang yang menggemari menonton film, saya merindukan masa saat saya tiba-tiba saja berbelok ke sebuah bioskop terdekat, menonton film apa saja yang kebetulan disajikan di sana. Duduk dan menikmati film dan apa yang terjadi di sekitarnya. Mencuri waktu diantara jam mengajar untuk menikmati tontonan, kemudian kembali lagi diam-diam, rasanya sungguh menyenangkan. Film apa saja.

Untuk film Indonesia, ada perlakukan khusus. Jika ada film Indonesia yang menurut saya menarik, kadang saya memilih untuk menonton pada hari pertama, menikmati dengan pikiran bebas saya sendirian. Untuk kemudian, kembali lagi pada hari lainnya entah dengan teman atau berombongan bersama mahasiswa pada kelas yang saya ajar. Sebisa mungkin saya menganggap setiap kali saya menonton, untuk film yang sama, adalah kali pertama saya menonton film itu. Sehingga, saya berusaha mencari hal-hal baru, hal-hal menarik. Selalu ada. Entah kenapa. Bahkan, saya kadang menyukai bagaimana beda persepsi yang saya terima dan saya olah saat menonton sendirian dengan saat menonton bersama orang lain.

Ritual itu saya rindukan, terutama saat membaca banyak ulasan soal film-film Indonesia yang sedang ditayangkan di bioskop saat ini.

Sekarang, saat di sini, saya masih belum rela melakukan ritual yang sama. Konversi nilai tukar rupiah selalu menghadang saya. Lagipula tak ada film Indonesia diputar di sini.

Ohya, saya punya mimpi sederhana saya soal film Indonesia. Jika ada yang punya dana…..

https://satryawibawa.com/2015/07/01/mimpi-saya-bioskop-gila-untuk-film-indonesia/

 

Perth, 1 februari 2016