Pintu Otomatis

Hidup di negara yang semuanya serba elektronik ini memang memudahkan. Bahkan terkadang menjadi sebuah kemanjaan. Semua serba dilayani. Dilakukan mesin. Tanpa perlu bersusah-susah. Semua tinggal pencet tombol, atau malah tinggal menggerakkan badan. Saya kerja membersihkan sebuah kantor yang begitu masuk pintu, lampu otomatis menyala satu persatu mengikuti kemana saya melangkah. Di sebuah taman, kamar mandinya otomatis semua. Mulai masuk, bahkan habis pipis atau beol, juga otomatis. Coba proses be-ol-nya juga otomatis. Ndak perlu pake ngeden segala. Kan enak. (Iku mencret jenenge dul..) Saya memang rodok ndeso kok. Lha di indonesia kebiasaan masuk masuk toilet umum dihadang tulisan angka 1000 buang … Lanjutkan membaca Pintu Otomatis

Beda Orang Kaya dan Orang Tidak Kaya

  Bedanya sederhana. Kalau kamu bisa baca tulisan ini berarti kamu kaya. Punya duit beli hape, atau beli pulsa, atau akses internet, pake komputer. Tahu pakai internet. Tahu pake komputer. Itu artinya kamu kaya. Ndak usah mengeluh lagi. Karena kalau orang tidak kaya, jangankan membaca tulisan ini, kadang membaca saja susah karena susahnya pendidikan bagi mereka. Lanjutkan membaca Beda Orang Kaya dan Orang Tidak Kaya

Pengantar Sikap Akademisi Muda Bali (AMUBA) tentang Reklamasi Teluk Benoa

Akademisi, dengan tanggung jawab profesi dan sejarahnya, dituntut untuk senantiasa memberikan kontribusi positif dan relevan bagi bangsanya. Tak terkecuali Akademisi Muda Bali, AMUBA sudah seharusnya berkontribusi terhadap tanah leluhurnya yang kini berada dalam ‘simpang jalan’ pembangunan dengan memberikan konstribusi yang berimbang. Kontribusi ini kami kemas dalam ‘Pernyataan Sikap” Akademisi Muda Bali (AMUBA). Adapun latar belakang pernyataan sikap tersebut adalah: Pertama, sebagai bentuk pertanggungjawaban serta klarifikasi posisi Akademisi Muda Bali. Selama ini belum ada sikap formal dari akademisi Bali tentang polemik reklamasi Teluk Benoa. Yang ada adalah, keterlibatan sebagian kecil akademisi Bali dalam meloloskan studi kelayakan reklamasi Teluk Benoa oleh PT … Lanjutkan membaca Pengantar Sikap Akademisi Muda Bali (AMUBA) tentang Reklamasi Teluk Benoa

Inisiator Akademisi Muda Bali (AMUBA) dan pendukung pernyataan sikap:

  Sadwika Salain, ST, M.Eng (Biomed), kandidat PhD di The Intelligence Systems for Medicine Laboratory (ISML), The University of Western Australia, dosen Kopertis Wil. VIII dpk Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa, Bali. Agung Wardana, S.H., LL.M, kandidat PhD di Asia Research Center (ARC), Murdoch University, Australia, dosen Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada. IGAB Eka Sucahya, alumni Universitas Gadjah Mada. Luh Putu Mahyuni, kandidat PhD Curtin Business School, Curtin University – Western Australia. IGAK Satrya Wibawa, Staf pengajar Departemen Komunikasi FISIP, Unair Surabaya. mahasiswa Doktoral, Media Culture & Creative Arts, Curtin University, Australia. Yogi Paramitha, S.H., M.H., alumni Pascasarjana Universitas Udayana. IGAA … Lanjutkan membaca Inisiator Akademisi Muda Bali (AMUBA) dan pendukung pernyataan sikap:

Pernyataan Sikap AKADEMISI MUDA BALI (AMUBA) Atas Kontroversi Rencana Proyek PT TWBI di Teluk Benoa

  Kami, Akademisi Muda Bali (AMUBA), merupakan jaringan dosen, pengajar, guru, peneliti dan cendikia yang tersebar di Bali maupun di luar Bali, namun disatukan oleh sebuah ikatan emosional bahwa Bali merupakan ‘rumah’ kami.  Mengikuti polemik atas proyek PT Tirta Wahana Bali International (PT TWBI) yang ingin membangun resort mewah diatas pulau-pulau buatan melalui reklamasi di Teluk Benoa, kami memiliki tanggung jawab sosial dan intelektual untuk memberikan pandangan kami. Melalui pernyataan sikap ini, kami ingin menyampaikan posisi kami sebagai berikut: Kami menilai bahwa Kawasan Teluk Benoa merupakan areal sumber daya bersama (common resource pool) yang penting secara sosial, ekonomi dan lingkungan … Lanjutkan membaca Pernyataan Sikap AKADEMISI MUDA BALI (AMUBA) Atas Kontroversi Rencana Proyek PT TWBI di Teluk Benoa

Satu Trilyun itu…(2)

  Saya membayangkan satu trilyun itu memang banyak. Mungkin dapat membuat para penguasa di Jakarta dan di Bali tak bisa berbuat banyak. Tapi, itu membuat banyak rakyat Bali merasa sesak. Jika sudah tak tertahankan, bisa muak. Sehingga, sekarang mereka berteriak. Walau saya yakin, bagi Oom Tommy, satu trilyun itu tak banyak. Saya membayangkan satu trilyun itu memang banyak. Jika kemarin saya memberikan penawaran bahwa satu triyun itu bisa dipergunakan untuk mengoptimalkan per-babian: https://satryawibawa.com/2016/02/15/satu-trilyun-itu-1/ Maka, sekarang saya coba tawarkan hal lain. Satu trilyun itu mungkin bisa dibuatkan sebagai sebuah awal pusat riset dan data seni budaya Bali. Misalkan saja mengakomodasi para … Lanjutkan membaca Satu Trilyun itu…(2)

Satu Trilyun itu… (1)

Saya tak pernah membayangkan punya uang satu trilyun. Tapi mendengar Oom Tommy sudah menghabiskan satu trilyun untuk proyek reklamasi teluk Benoa, saya jadi bertanya-tanya. Seberapa ya uang satu trilyun itu? Saya  bayangkan satu trilyun itu dapat digunakan untuk babi. Satu trilyun itu mungkin bisa dibuatkan peternakan dan pusat riset Babi terpadu. Babi adalah makanan khas Bali. Sehingga, menjaga kesinambungan hidup para babi adalah PR penting untuk masa depan. Pusat peternakan ini akan menjadi salah satu sumber penting asupan babi bagi seluruh pedagang babi guling dan olahannya di Bali. Bahkan, di Indonesia. Kalau perlu keluar negeri. Pusat riset terpadu ini juga … Lanjutkan membaca Satu Trilyun itu… (1)

Polisi DegDegPlas

Saya selalu deg deg plas dengan orang berseragam. Terutama pria berseragam. Hiyaaaaaaaa. Istri saya malah kalau liat pria berseragam, langsung minta foto. Untung di sini ndak banyak ornag berseragam khusus. Sebut saja pemadam kebakaran, polisi, tentara, ranger, transperth. Tentunya juga milih-milih. Belum pernah rasanya istri saya berfoto dengan petugas transperth. Dulu, waktu hamil putri pertama, istri saya ngidam foto dengan polisi berseragam ala Inggris. Yang saya gampangannya menyebut Bobby. Itu loh yang pake topi tinggi. Berbulu rumbai-rumbai. Kadang yang pake rok. Bukan rok belahan tinggi. Lah mosok ndelok sikil berbulu. Untung juga, berfotonya di sini. Coba kalau di Indonesia. Semua … Lanjutkan membaca Polisi DegDegPlas

Blow Job

Salah satu tantangan pengantar Pizza adalah berhadapan dengan polisi. Dan saya tak cukup tangguh untuk itu. grogi ndak karuan. Malam ini. Dari belakang, mobil polisi tiba2 membunyikan sirine. Sontak saya berhenti, menenangkan diri. Buset dah, salah saya apa nih. Tentu sambil menyiapkan SIM A. (versi indonesia tentunya. banyak polisi sini mengenalinya sebagai sim untuk mobil.) “Can i have your time for a moment, sir!” “Yes, of course, officer..” “Could you please step out from your car and can i see your license?” “Sure…” “Hold on, could you please blow this?” ( rupanya test nafas buat ngecek kita mabok apa ndak) … Lanjutkan membaca Blow Job

Dipepet nenek-nenek Ngepot

Trauma terbesar tukang antar pizza mirip-mirip dengan trauma sopir truk. Kalau di Indonesia, lagi ramai trauma sama ibu-ibu naik motor yang kasih sein kiri tapi belok kanan, saya juga kena trauma yang mirip. Kali ini soal dipepet nenek-nenek.  Kota ini memang penuh pengendara mobil yang bikin ajeb-ajeb. Salah satunya pengendara mobil berkategori sepuh. Atau super sepuh. Mungkin usia 70 tahunan ke atas. Iya, masih naik mobil. Kenceng pula kadang-kadang. Dulu sempat ramai, pihak kepolisian sempat ingin mereview kebijakan pengendara sepuh ini. Banyak kecelakaan terjadi pada kalangan sepuh ini. Terutama terjadi saat salah injak rem dan gas. Salah satu mahasiswa Indonesia … Lanjutkan membaca Dipepet nenek-nenek Ngepot