Kerja antar pizza kadang jadi menantang saat di jalanan. Bukan, bukan soal kebut-kebutan. Lebih pada kalau terasa membosankan di tengah jalan. Apalagi saat jalanan sepi dan alamat pembeli pada titik terjauh wilayah antaran.

Caranya sederhana. Dengar radio atau putar musik. Radio kadang terasa membosankan. Apalagi pas lagu yang diputar itu-itu saja. Karena itu saya siapkan stok CD cukup banyak. Kebetulan saya hobi berburu CD bekas (eh, ini maksudnya compact disc loh. Bukan celana dalam) seharga sedolaran. NKOTB, take that, metallica, termasuk Madonna.

Malam tadi, kompilasi hits Madonna saya pilih. Tentu saat Madonna sedang ranum-ranumnya. Ndak yang berotot kayak sekarang.

Like a virgin berhasil memompa mood sepanjang jalan. Kebetulan saya penyanyi Reff. Bukan Rap. Tapi Reff. Jadi, baru nyanyi kenceng pas bagian reff-nya doang. Sisanya cuman klemak klemek ndak jelas. 

Saat lampu merah, di jalan sepi, karena saya tahu biasanya lama, saya keraskan volume. Ini kali ketiga “Like a Virgin” saya putar. Menikmati Madonna, uhm, maksudnya lagunya Madonna ini ndak enak tanpa gerak. Jadilah tangan, kepala bergerak ndak karuan. Termasuk ikutan bersenandung. Hmm, iya iya, saya bersuara agak keras (saya menghindari menggunakan kata menyanyi. Takut kalau salah istilah). Sambil teriak “like a virgin” bolak-balik, sesaat saya merasa ndak enak. Benar saja, ternyata di sebelah sudah berhenti SUV yang penumpangnya perempuan semua. Dan semua kepala melihat saya. Takjub tampaknya. Si mbak di sisi sopir berkata, “Nice song, mate. I like Madonna too. And nice dance too. Just be careful with your driving”. Lalu berlalu. Saya sempat dengar salah satu dari mereka teriak, “Madonna? Seriously?”

Jep. Langsung mingkem. Kecilin volume sambil misuh-misuh sepanjang jalan.

Pelajaran pertama, sebelum nyanyi, eh teriak, liat situasi. Jangan banting harga diri. Sadar diri kalau tak cakap menyanyi. 

Pelajaran kedua, cari penyanyi lain. Yang lebih maskulin.Britney Spears misalnya. 

Besok-besok saya menyanyi dalam hati saja. 

#CatatanPizzaDriver

Perth, 22 Januari 2016