Aura Babi Guling

  Sudahlah. Saya sudah tak membahas soal wisata syariah itu. Di Bali sendiri sudah berhenti polemiknya. Sudah saling bermaafan. Terima kasih juga kepada yang pertama mencuatkan isu itu karena setidaknya ini menjadi pemicu dan pemacu bagi orang Bali sendiri untuk melakukan evaluasi ke dalam. Bagaimanakah strategi pariwisata Bali ke depannya? Apakah melanjutkan pembangunan fisik seperti saat ini, sehingga insvestor tambun macam reklamasi teluk benoa kepincut? Belajar dari tempat lain memang bagus, tapi tak harus diterapkan semua. Memaksimalkan apa yang dipunya juga luar biasa. Andaikan saya menang lotere bermilyar-milyar, saya mau membuat usaha Babi Guling. Membuat dia seperti pizza-nya Italia, Gudeg-nya … Lanjutkan membaca Aura Babi Guling

Harapan Lugu untuk Dekanat Baru: Buka (jalur) Komunikasi Di Semua Lini

  Ini terakhir. Sungguh ini terakhir. Setelah itu, dekanat baru tak saya ganggu lagi dengan tulisan harapan lugu ini. Daripada saya disawat perintah nulis di jurnal lagi. Tapi sungguh, ini juga isu penting, untuk FISIP. Barangkali karena saya dari Komunikasi. Ini menjadi sangat “komunikasi” perspektifnya. Dekanat baru harus bisa membuka semua jalur komunikasi. Di semua lini. Tanpa kecuali. Sebagai sebuah kampus, FISIP punya pemangku kepentingan yang beragam. Utamanya adalah mahasiswa. Bagaimanapun, suka tak suka, layanan ditujukan untuk mahasiswa. Lainnya, tentu ada: dosen, pegawai, alumni, mitra kerjasama. Ini jaman yang sudah berbeda sekali dengan jaman setidaknya lima tahun lalu. Saya saja … Lanjutkan membaca Harapan Lugu untuk Dekanat Baru: Buka (jalur) Komunikasi Di Semua Lini

Harapan Lugu untuk Dekanat Baru (2): Menjaga dan Menghargai Keberagaman

  Harapan lugu saya yang pertama langsung dibalas pak dekan dengan beban menulis di jurnal internasional. (*mateeek). Loh, ndak fair loh itu. Saya loh kelas ecek-ecek, baru nulis satu di blog doang udah dihajar pake beban itu 😛 Huh. Tidak adil. (Lipat tangan, balik badan, lempar poni..) Okay, lanjut ke harapan berikutnya. Semoga menambah beban berikutnya. Selama saya kuliah di FISIP Unair, salah satu hal yang saya suka adalah keberagamannya; dalam banyak hal. Sehingga, saya berharap dekanat FISIP yang baru ini dapat tetap menjaga dan menghargai keberagaman FISIP. Misalkan saja keberagaman akses. Salah satu PR besar Unair, termasuk FISIP adalah … Lanjutkan membaca Harapan Lugu untuk Dekanat Baru (2): Menjaga dan Menghargai Keberagaman

Seri Harapan Lugu Saya pada Dekanat Baru: Penghargaan untuk Petrus dan Herman

  Jajaran Dekanat FISIP Unair yang baru sudah terbentuk. Saya sebagai rakyat manis dan jelata tentunya boleh dong berharap atau setidaknya menambah beban. Minimal beban pemikiran pada jajaran dekanat yang baru ini. Enaknya jadi rakyat manis dan jelata memang seperti ini. Yang terpilih siapaaaa, yang kasih beban siapaaaa. Jajaran dekanat FISIP baru ini semua dosen-dosen saya. Bedanya kalau dulu saya ndak berani macam-macam, kalau sekarang saya berani kurang ajar (*eeeh). Lagipula, sependek ingatan saya, sewaktu mahasiswa, saya belum pernah berada pada mata kuliah yang diasuh Pak Falih, Pak Budi, Bu Tuti dan Bu Mirta. Saya sebenarnya kagok nulis BU pada … Lanjutkan membaca Seri Harapan Lugu Saya pada Dekanat Baru: Penghargaan untuk Petrus dan Herman

Babi (Guling) Juga Indonesia

  Catatan: Ini adalah tulisan yang semula hendak saya posting saat riuh dalam senyap sebuah acara kebudayaan di kota ini. Namun, dengan beberapa pertimbangan, saya menunda postingan itu. Kini, mumpung saya kangen Babi Guling, saya posting ulang tulisan itu. Hari ini saya terheran-heran dengan sebuah kabar yang saya dengar dari beberapa kawan. Tak ada babi guling di acara kebudayaan Indonesia di perth. Bahkan, tak ada masakan Bali ikut berpartisipasi karena komunitas Bali memutuskan tak berpartisipasi pada saat-saat terakhir. Kabar yang saya dengar dari petinggi komunitas Bali adalah mereka kesulitan memenuhi syarat “sertifikat halal” dan alat memasak “bebas dari babi dan … Lanjutkan membaca Babi (Guling) Juga Indonesia

Rindu Makan Babi Guling, Nikmatnya Berguling-guling.

Sejak kemarin, perut saya terngiang-ngiang dengan babi guling. Rasanya sudah lama tak makan babi guling. Tepatnya, 9 bulan 4 hari lalu saya terakhir makan babi guling. Saya penyuka babi guling dan turunannya. Turunan masakannya. Bukan babi guling dan anak-anaknya. Apa sih nikmatnya makan babi guling? Barangkali itu pertanyaan yang akan disampaikan mereka yang bukan pengemar babi guling. Atau tidak pernah makan babi guling. Atau babi guling hater. Kelompok yang terakhir ini adalah mereka yang selalu mencemooh apapun yang dilakukan babi guling, sehingga setiap hari mereka mengamati, mencermati dan mengkomentari semua tindakan babi guling. Mirip-miriplah sama hater sebelah. Bagi saya, kenikmatan … Lanjutkan membaca Rindu Makan Babi Guling, Nikmatnya Berguling-guling.

Musim Semi bikin Dongkol Hati

Banyak orang bilang musim semi ini musim hati. Kebanyakan nonton pelem Disney mereka kayaknya. Tapi mungkin juga sih. Mungkin karena teman-teman saya yang dari luar Indonesia itu kebanyakan mengalami empat musim berbeda. Jadi, setelah Australia dihantam dingin super kampret, maka musim semi jadi harapan. Ya, karena setelah ini, Australia akan dihantam musim panas super kampret lagi. Saya yang berdarah tropis luar dalam ini sebetulnya lebih menyukai panas. Luar dalam saya ini tropical. Manis dan eksotis. Mirip-mirip iguana lah. Jadi menghadapi dingin itu saya suka sebal sebetulnya. Pertama, dingin tak akan mengubah kulit saya. Tetap akan hitam manis. Ndak mungkin tiba-tiba … Lanjutkan membaca Musim Semi bikin Dongkol Hati