Kamu Indonesia, Jika….

Hidup di negeri orang seringkali mengalami sindroma popular; rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput sendiri. Sindroma ini kadang menemui kebenarannya, apalagi kalau memang rumput kita menguning ndak pernah disiram, atau celakanya, kita memang ndak punya rumput karena halaman dipaving semua. Tapi e tapi.., yang namanya lahir dan besar di Indonesia, ada hal-hal yang tak akan pernah bisa kita hindari, lupakan atau hilangkan. Karena memang genetika-nya begitu, atau memang terbiasa dengan hal itu. Apalagi sekarang lagi rame isu bela negara dan nasionalisme. Jadi, jika kamu mengalami atau melakukan salah satu atau beberapa hal berikut ini, maka kamu memang masih Indonesia: Jika … Lanjutkan membaca Kamu Indonesia, Jika….

Abnormal apples. Sesungguhnya apel biasa saja. Hanya saja tidak sesuai standar yang biasanya diberlakukan oleh supermarket penjualnya. Ini cuman masalah cara menjual saja. Cara biar bisa tetap menjual yang dibawah standar. Tentu dengan harga murah. Apelnya ya seperti apel kebanyakan. Tak ada yang berkaki lima atau berbentuk duren atau bisa ngomong, atau hal2 lain yang bisa dianggap abnormal. Rasanya ya…apel. Bukan pisang. Atau nangka. Wait, bukunya? Itu pencitraan doang. Biar nampak keren. Biar tetap dipikir mahasiswa. Biarpun sibuk bersosial media. View on Path Lanjutkan membaca

Kangen Nasi Bungkus

Nasi bungkus sebenarnya makanan siap saji pertama yang saya kenal. jauh sebelum KFC dan kawan-kawan meraja lela. Nasi bungkus ini juga punya system kode yang menarik. Misalnya ada tulisan T, itu berarti lauk-nya telor. Lalu A, itu ayam. Dan D, itu daging. Daging-nya sapi jelas. Saya masih cari ada ndak yang tulisannya B (babi) atau C (celeng). Yang lucu, di dekat rumah, ada yang menulis I (i). Saya menebak maksudnya, “Bu, ini Ikan ya bu?”. Si ibuk dengan santai menjawab “Mboten mas, Iku Iwak”. Dan dia terlihat serius. Tak main-main. Okay. Saya ndak mau berbantah. Pada nasi bungkus yang sudah … Lanjutkan membaca Kangen Nasi Bungkus