Masak, Makan, Sehat..

Saya pria yang tak bisa memasak. Tapi saya pria yang suka makan. Bayangkan saja jika semua bisa memasak, tapi ndak ada yang bisa makan. So, sudahlah. Ndak perlu saling mencerca dan membanggakan. Semua sudah ada porsi masing-masing. Tinggal di negeri ini sering membuat saya dihadiahi pertanyaan, “Wah, di negeri orang. Habis ini bisa masak dong?” Ini pertanyaan jebakan. Apakah suatu peristiwa langsung bisa dihubungkan dengan peristiwa lainnya? “Tinggal di negeri orang — beli makanan mahal — harus belajar masak sendiri — akhirnya bisa masak — lalu pintar masak” Rangkaian logika itu mungkin ideal. Tapi tidak berlaku buat saya. Pertama, saya … Lanjutkan membaca Masak, Makan, Sehat..

Rindu Curhat dan Berobat

Saya ini bukan orang pintar atau pandai. Kalau saya orang pintar, tentu saya sudah dikejar banyak orang diminta meramal. Lha Permadi yang terang-terangan bilang dukun politik saja banyak mblesetnya, apalagi saya. Orang pandai jelas bukan. Orang pandai ndak bakal dapet nilai statistik D dan nilai IAD musti ngulang dua kali biar dapet C, kayak saya. Jadi dibanding kolega-kolega dosen lainnya, sebetulnya saya ini orang yang pas-pasan. Utek yo gak sepiro’o, tampang yo ngepas. Pas manis. Jadi, kalau sekarang saya kebetulan sekolah ke negeri kanguru ini, saya rasa ini bagian dari kebetulan saja. Bukan karena kepandaian. Lha wong bacaan saya saja Miiko, … Lanjutkan membaca Rindu Curhat dan Berobat