Tag

, ,

Jadi mahasiswa baru itu seru. Kadang saru. Atau lucu. Atau malah merasa tertipu. Mungkin karena masih lugu. Atau lucu. Namanya juga memasuki kehidupan baru, yang ada malah merasa kaku. Iya, transisi dari masa SMA ke universitas kadang membuat banyak keliru. Biar tak terlalu malu, ada beberapa panduan yang mungkin bisa dibaca dulu. Percayalah, saya hanya ingin membantu. Jika tak percaya, coba lihat mata saya baik-baik. Pandang baik-baik. Dalam hitungan tiga, anda akan tertidur.

Sebetulnya, tak semua kehidupan kampus itu baru. Hanya saja, biar ada bedanya, dibuat seolah-olah baru. Kalau sama semua, ndak seru…

Sebelum membaca panduan ini pastikan dulu anda memang sudah lulus SMA. Pastikan juga anda sudah mendapat surat tertulis yang menyatakan anda diterima di kampus tertentu. Jangan sampai mendapat surat palsu. Atau hidup pada kenyataan palsu dan keliru. Kasihan bapak-ibu. Nah, jika sudah, silahkan diteruskan:

Tiap kampus punya gengsinya sendiri. Jangan terlalu percaya kampus A lebih bergengsi timbang kampus lainnya. Favorit itu ilusi. Yang bikin satu kampus itu favorit, ya kamu. Ya kamu yang disitu. Yang bikin kampus jadi kampret ya kamu juga. Jadi, kalau mau bikin nama kampus terkenal, ya lakukan sesuatu. Kamu bengong melulu dan berharap jadi jagoan hanya karena kampusmu, ya keliru.

Mulailah dengan mengenali siapa saja yang akan berinteraksi selama kehidupan anda kuliah nanti.

Cari tahulah siapa dosen di fakultas anda. Minimal di jurusan anda. Minimal lo yah. Tapi kalau anda sampai hafal dosen fakultas lain ya terserah anda. Apalagi kalau sampai hafal dosen di perguruan tinggi yang lain. Tapi ngapain juga. Nama bapaknya pacar anda aja anda ndak tahu. Biasanya akan ada masa perkenalan dengan dosen-dosen anda.

Apakah perlu mengenali kakak kelas anda? Perlu. Tapi tenang, anda punya banyak waktu. Malah biasanya, kakak kelas anda yang akan mengajak anda berkenalan. Atau mengenalkan dirinya kepada anda dengan beragam cara. Ada beberapa tipe kakak kelas yang bisa anda kenali nantinya. Bisa lihat di tulisan berikutnya.

Biasanya tiap angkatan memiliki dosen wali. Sering disingkat doli. Sudah jangan tanya kenapa doli. Kenapa ndak Dowal. Ada hal-hal yang akan sangat memusingkan mencari jawabannya kalau ditanya. Saya lebih senang disingkat Doli. Ketimbang SELI? Nah, Doli ini, apesnya, adalah orang yang seharusnya anda tanya terlebih dahulu kalau ada persoalan akademis. Bukan teman anda, kakak kelas anda, rektor anda, atau malah pacar anda. Misalnya, bagaimana kalau ada jadwal yang bertabrakan. (kalau tabrakan biasanya dibawa ke rumah sakit, bro..). Kalau semester awal biasanya perannya ndak begitu banyak. Doli ini semacam artis gitu. Dimintain tanda tangan sama banyak orang gitu.. Semester-semester berikutnya, hubungan anda dengan Doli akan sangat tergantung anda dan doli anda. Hidup anda, selama anda kuliah, akan banyak tergantung si Doli.

Secara umum, ada beberapa perbedaan antara kuliah dengan masa anda SMA. Misalnya soal mata kuliah. Atau mata pelajaran.

Tidak semua fakultas boleh bebas milih mata kuliah. Jangan tertipu ilusi bahwa jadi mahasiswa kamu bebas memilih mata kuliah. Apalagi boleh mampir sana mampir sini. Berapa fakultas sejak awal sampai lulus, ya dipaket. Ndak boleh sembarangan. Sebagian besar fakultas, pada dua semester awal, biasanya dipaket. Jadi satu angkatan ketemu bareng. Mata kuliahnya sama semuaaa. Jadi, konyol aja kalau situ nanya ke teman angkatan di jurusan yang sama, “Eh, liat dong, kamu semester satu ini ambil apa saja? Beda ndak sama kamu”. Sama brul. Kecuali, bisa jadi, mata kuliah agama. Kalau situ agamanya ANUNYA, ya ngambil mata kuliah agama ANUNYA. Teman yang beragama ANUKU, ya ngambil matkul ANUKU. Boleh ndak ambil matkul agama lain, wah belum pernah tahu ada yang agamanya ANUKU ngambil ANUNYA. Coba aja deh tanya.

(Catatan: ANUKU dan ANUNYA hanya contoh nama agama. Bukan agama sebenarnya. Kayaknya)

Ohya, ndak usah sombong soal paket=paketan. Akan ada masanya anda akan terpenjara pada paket hemat karena IPK-nya juara satu, alias satu koma melulu. Entah itu modus anda untuk kuliah bersama adik kelas ataukah memang kemampuan anda segitu, ndak tahulah.

Jam kuliah juga akan berbeda-beda. Tak lagi seperti SMA yang dimulai jam 7 selesai jam 3 sore atau lebih. Jadi ini surga buat anda yang hobi bangun siang. Bersoraklah anda jika semua mata kuliah anda dimulai jam siang atau sore. Semester awal anda akan merasa bergembira, bayangkan hanya 7 mata kuliah selama enam hari. Akan ada hari yang anda kosong melompong. Nikmati dululah. Karena, pada semester-semester berikutnya, anda akan merasa mengambil empat mata kuliah saja sudah menghabiskan waktu anda seminggu. Tanya tuh kakak kelas anda di komunikasi Unair. Mereka merindukan masa semester satu kembali. Hahahahahaha (bergema).

Ndak usah pakai seragam ke kampus. (Baca baik-baik, SERAGAM. Bukan PAKAIAN). Memang tidak ada larangan sih kalau anda pakai seragam. Beberapa kampus beda aturannya. Ada yang melarang mahasiswa pakai kaos. Jadinya pakai longdres semuaaa. Ada kampus yang melarang mahasiswa pakai sandal atau sepatu yang diinjak tumitnya (jinjit doong). Tapi tidak ada larangan anda memakai baju seragam SMA. Sungguh. Jadi kalau mau, ya pakai saja. Wong tidak dilarang kok. (Lari-lari kecil ke belakang sambil cekikikan)

Jangan merasa kampus itu bebas bener. Jadi semua yang anda merasa dikekang di SMA, lalu anda lakukan waktu anda kuliah. Tiba-tiba anda pakai bikini ke kampus. Yang biasa sajalah. Ndak usah berlebihan. Kampus itu bukan surga kebebasan. Juga bukan neraka. Kampus itu hanyalah tempat baru dengan suasana baru yang memerlukan kemampuan adaptasi anda sebagai orang baru. Jadi, jangan juga terpukau mimpi-mimpi indah soal menjadi mahasiswa. Anda, simply, berada pada sebuah realitas lain. Itu saja. Di kampus juga ada dosen kampret, mahasiswa kampret. Saya hanya berharap anda tak terlalu seperti berada pada mimpi. Nikmati itu sehari saja, saat anda tahu anda diterima di kampus itu. Setelah itu, siaplah masuk ke dunia nyata kembali.

So, sudah siap masuk tempat baru, para mahasiswa baru?

Perth, 30 Juli 2015