Tag

, , , ,

Mimpi saya sederhana. Suatu hari nanti punya bioskop gila. Bioskop yang khusus memutar film Indonesia. Semuanya film Indonesia.

Jadi, kalau bioskop sekarang dipenuhi deretan film Hollywood dari beragam genre, bioskop gila saya ini berbeda. Bioskop ini punya lima studio yang memutar film dari beragam genre. Dari beragam masa. Semua film Indonesia. Indonesia punya ribuan judul film yang sudah diproduksi.

Bioskop gila saya ini memutar secara bergantian film-film Indonesia sepanjang jaman. Mulai jaman film bisu hingga film bicara. Mulai lutung kasarung hingga mungkin nanti Lutung kasarung the Remake. Mulai jaman film-film religious hingga jaman film yang “diduga” revolusioner kiri yang sudah dimusnahkan. (jangan Tanya saya darimana cara mendapatkannya, namanya juga mimpi). Mulai dari film panjang hinggga film-film pendek karya pembuat film amatir sekolahan. Mulai dari film-film yang memang hanya membuat penontonnya keluar kebingungan tak paham, sampai film-film yang membuat penontonnya keluar mual-mual. Semua film Indonesia.

Bioskop gila saya ini akan membuat pemutaran khusus sesuai tema tertentu. Mungkin akan membuat bulan film silat. Satu studio akan didedikasikan untuk memutar semua jenis film silat yang pernah dibuat di Indonesia. Mulai dari seri film Barry prima, trilogy kerajaan madangkara, sampai the Raid. Bary prima mungkin akan diundang juga. Mungkin juga bulan film sensual, yang akan memutar semua film sensual – erotis yang pernah dibuat. Akan menarik jika semua artis dan actor yang pernah memerankannya diundang juga ikut menyaksikan. Termasuk Suzanna jika bisa. Atau semua film perang yang pernah dibuat. Ditonton beramai-ramai dengan para tentara. Sesekali boleh dong nonton film perang Indonesia. Masak hanya masuk acara Tukul Arwana atau jogged-joged ndak karuan di tipi. Atau bulan film horror. Rasanya akan menyenangkan nonton kembali Beranak dalam Kubur. Sekalian undang jaelangkung, dan di depan studio dibakar kemenyan. Siapa tahu si pocong ikut nonton.

Bioskop gila saya ini akan membuat acara nonton film juga bisa didedikasikan untuk semua orang. Ada kalanya digratiskan buat mereka yang jangankan beli tiket bioskop, buat makan aja musti mikir. Saya akan minta pengusaha dan perusahaan besar jadi sponsornya. Masak perusahaan besar di Indonesia malah jadi sponsor nonton gratis film Hollywood. Itu ndak usah disponsori juga banyak yang antri. Saya juga akan buat ada hari buat ibu-ibu menyusui dan punya anak bayi bisa ikutan nonton. Lampunya tidak dimatikan, suaranya tidak dikencengin. Bioskop gila saya ini akan memutar film anak-anak, yang juga didampingi orang tua. Masak anak-anak kecil dibiarin nonton transformer sendirian. Banyak loh film Indonesia buat anak-anak.

Bioskop gila saya ini akan membuat acara nonton film bersama pembuatnya. Bisa sutradaranya, artisnya, produsernya, penulis skenarionya. Kalau negara susah banget bikin sekolah film, ya biarlah bioskop in ibis ajadi sekolah film dadakan juga. Para pembuatnya itu tentu senang bisa berbagi. Termasuk para sutradara atau artis yang tak lagi berkarya karena sudah purna usia. Tentu menyenangkan membawa memori dan ingatan mereka kembali dengan melihat film yang sudah mnereka buat.

Bioskop gila ini juga akan menampung film-film pendek karya pembuat film amatir. Tak perlu bayar apapun. Cukup datang dan penonton tak perlu bayar. Saya akan mengundang produser, penanam modal atau apapun yang bisa melihat, menilai bakat mereka. Silahkan dikontrak sendiri. Bioskop ini hanya tempatnya. Bioskop ini akan menyediakan acaranya dalam bentuk menonton bersama.

Bioskop gila ini juga akan sesekali membuat acara special nonton marathon sehari penuh, misalnya nonton marathon film-film Benyamin. Atau warkop DKI. Atau film-film Arifin C Noer. Seharian. Tentu diisi dengan camilan, pameran memori karya, atau malah makan malam bersama. Bioskop gila ini juga akan membuat seharian gratis nonton untuk kalangan tertentu. Misalnya, nonton gratis buat buruh pabrik di hari buruh, buat para guru SD di hari guru, buat anak jalanan di hari anak, buat para ibu di hari ibu, atau malah sekalian buat wartawan di hari wartawan.

Bioskop gila ini juga akan menghilangkan ketakutan bagi jomblo, karena siapa tahu akan ada nonton gratis buat para jomblo. Kursi disetting untuk satu orang saja, kiri kanan dipasang penutup biar tak bisa lihat penonton sebelahnya yang mungkin berpasangan. Jadi, mungkin ada dereten kursi buat jomblo. Jadi biar para jomblo bertemu sesamanya.

Ini memang mimpi sederhana saya. Punya bioskop gila. Yang hanya memutar film Indonesia. Semua. Yang saya perlukan cuman satu. Orang kaya gila yang mau kasih dana.

Perth, 1 Juli 2015