Kenapa Dosen Harus Sekolah? (1)

Saya teringat pertanyaan satu mahasiswa saya saat saya mengabarkan bahwa saya harus sekolah tahun berikutnya. Itu saat dia mengumpulkan bab 1 sementara deadline skripsi tinggal satu minggu lagi. Saat itu pertanyaan itu saya anggap pertanyaan palsu. Mahasiswa mana yang tak senang dosennya pergi? Apalagi dosen yang hobinya dan prinsip hidupnya: Tugas Or Die. Tapi, saat ini pertanyaan itu terngiang kembali. Saat saya bengong mematung di depan laptop, nanar menghadapi revisi supervisor saya. Kenapa dosen harus sekolah? Kenapa ya? Sebetulnya jawabannya banyak. Tapi saya ndak tahu mana yang cocok. Mungkin karena dosen itu bosan dengan kehidupan dan rutinitasnya. Bayangkan, bangun pagi, … Lanjutkan membaca Kenapa Dosen Harus Sekolah? (1)

Kalau Tak Wajar, Gelar Bisa Bikin Kebakar.

Negeri ini sedang ramai (lagi) soal gelar. Ini bukan isu baru. Sebenarnya. Tapi, entahlah. Ini akan tetap terjadi jika orang masih mendewakan gelar. Gelar hadir dalam beragam bentuk. Yang relevan maupun tidak relevan. Saya sejak lahir sudah ada embel-embel sederet kata yang katanya gelar. Nama lengkap saya I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa. (aslinya, I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa Manis Mempesona Menawan Hati. Cuman, demi kerendahan hati, saya singkat). Bagi saya itu bagian dari nama. Walau jadinya aneh. Bagi yang masih menyukai tradisi feodalistik, barangkali akan menyukainya. Saya risih sebenarnya. Menghormati kok karena nama. Ada yang bilang, saya keturunan … Lanjutkan membaca Kalau Tak Wajar, Gelar Bisa Bikin Kebakar.

Beradaptasi! Berhentilah memaki!

Sebagai dosen, saya tergolong orang yang emosional. Tidak sabaran. Untung saya jadi dosen. Coba saya jadi guru TK atau SD, pasti saya sudah dipecat karena menyuruh anak-anak itu membuat essay 10 halaman. Tapi, selama 14 tahun saya menjadi dosen, banyak hal yang saya pelajari. Iya, 14 tahun itu ndak ada apa-apanya bagi dosen senior yang sudah puluhan tahun. Saya kan masih junior. Imut pula. Satu hal yang saya pelajari adalah adaptasi. Dalam hal ini, dengan teknologi. Kecepatan teknologi tak akan pernah bias dikalahkan oleh kecepatan manusia paling ahli sekalipun. Saya masih ingat betul, jaman saya mahasiswa, punya hape Motorola segede … Lanjutkan membaca Beradaptasi! Berhentilah memaki!