Tag

,

Argumentasi soal perlu tidaknya skripsi barangkali memang tidak sedahsyat isu-isu besar negeri ini. Tapi, setidaknya, skripsi seringkali menjadi, atau dianggap, salah satu momok (tahu momok? Beda sama me..eh..mimik). Saya mulai dengan argumentasi kenapa skripsi perlu. Sebetulnya ini re-post dari tulisan saya yang lama:

Apa sih untungnya membuat skripsi? Argh, tentu, sebagian dari yang benci skripsi akan punya daftar yang sangat pendek. Bahkan, tidak ada dalam daftar sama sekali. Tapi, sungguh menyenangkan jika kita bisa menemukan hal-hal baik dari sesuatu yang kita benci, bukan? Mari kita mulai. Paling tidak dalam daftar saya. Siapa tahu sama. Siapa tahu berguna.

  1. Mengetahui betapa masih bodohnya kita.

Penting untuk mengembalikan kesadaran kita. Banyak kok orang-orang yang merasa dirinya sudah hebat. Sudah pintar. Hanya karena mereka menguasai satu atau dua hal. Membuat skripsi bisa mengembalikan kesadaran kita itu.

  1. Melatih kita tahan terhadap penderitaan.

No words. You name it. You know better than me..

  1. Memiliki alasan untuk mengelak dari banyak hal.

Malas keluar walau diajak keluar karena ndak punya duit, bilang saja: lagi bikin skripsi. Malas pulang karena mau dijodohin bokap nyokap, bilang saja: lagi bikin skripsi. Males nemuin penggemar yang bikin bete, bilang bikin skripsi. Males kuliah karena usia sudah uzur, bilang saja bikin skripsi.

  1. Menjaga kewibawaan status

Orang bisa memaklumi banyak hal seandainya tahu kita sedang membuat skripsi. Tidak punya pacar karena sibuk bikin skripsi, belum kerja luntang lantung, karena sibuk bikin skripsi. Usia sudah uzur kok masih ikut kuliah kepala dua, lagi sibuk bikin skripsi. Masih pegang KTM walau sudah 9 tahun dan mata kuliahnya cuman satu: sibuk bikin skripsi.

  1. Kreatif mencari cara agar tidak bikin skripsi

Sebaliknya, membuat skripsi membuat kita semakin kreatif mencari cara untuk tidak mengerjakannya. Alasannya gampang, suntuk mumet karena skripsi. Yuk, ngafe yuk. Yuk, nge-club yuk. Yuk, daki gunung. Yuk, pacaran. Yuk, backpackering 6 bulan. Semua itu karena mumet bikin skripsi.

  1. Kambing hitam abadi.

Kita bisa menimpakan semua persoalan pada skripsi. Kenapa sering terlambat masuk kelas? Ngelembur bikin skripsi. Kok uang bulanan habis minggu pertama? Sibuk bikin skripsi. Kok sepakbola Indonesia kacau balau? Sibuk bikin skripsi…

  1. Punya networking makin banyak

Kecenderungannya, membuat skripsi tidak akan membuat kita introvert. Justru semakin banyak punya networking. Akan ada alasan membuat group: Pecinta Skripsi, mailing list, tiap malam nongkrong di warung bersama para skripsier lainnya.

hmmmmm…sudah ditemukan?

Perth, 26 Mei 2015