Pertanyaan besar hari ini adalah kenapa Komunikasi FISIP Unair, almamater saya, yang sejak saya kuliah di sana selalu dicap sebagai prodi hedon, prodi pragmatis, prodi pencetak tukang, prodi tanpa idealisme, prodi hura-hura tanpa peduli, sementara tempat lain selalu menyebut diri sebagai pembela rakyat, pemikir intelektual, penuh kepedulian pada bangsa setiap detiknya?

Pertanyaan besar hari ini adalah kenapa di banyak kesempatan pemutaran film,prodi tukang yang hedon pragmatis hura-hura itu tanpa banyak cingcong selalu ambil kesempatan unjuk diri menyediakan tempat, waktu, melaksanakan event-nya, sementara lainnya pada ketakutan atau melarang, atau sembunyi tanpa ada kata-kata lagi.

Pada titik ini, saya bangga disebut tukang yang hedon dan pragmatis itu. karena setidaknya, prodi hedon ini berani.

Mungkin mereka terlalu banyak ingin mengubah orang lain namun tidak mau berubah. Mungkin saatnya melihat cermin. Mungkin.

change_by_jeffrey

Perth, 18 Mei 2015