Essay Pita Cukai: Sebuah Review

Re-post dari http://tanahapikata.blogspot.com/2010/01/kritik.html Tak banyak film essay diproduksi di Jawa Tinur. Maka, saya langsung menyanggupi saat S.Jai menyodorkan film essay-nya direview. Adalah sebuah kesempatan langka, saat satu genre dalam studi sinema itu dicoba untuk ditekuni. Selama ini, tepatnya selama euforia film pendek di Indonesia, oh oke, Jawa Timur, saya menonton ratusan film-film pendek dengan genre drama fiksi, serta beberapa belas dokumenter, sedikit eksperimental dan, akhirnya, satu sinematik essay. Film essay atau sinematik essay, sebagai sebuah bentuk film, telah lama didiskusikan dalam ruang lingkup film studies sebagai salah satu genre integratif. Sebagaimana banyak studi kritis dan genre dalam sinema, pengaruh sastra tulis … Lanjutkan membaca Essay Pita Cukai: Sebuah Review

JEJARING SOSIAL: KOMUNIKASI PEMASARAN POTENSIAL BAGI KONSUMEN REMAJA INDONESIA

Note: Tulisan ini adalah salah satu tulisan dalam buku Santi Isnaini, Dina Septiani, IGAK Satrya Wibawa, Staf Pengajar Departemen Komunikasi FISIP Universitas Airlangga Tulisan ini mengenai fenomena penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan keterkaitannya dengan strategi komunikasi pemasaran. Secara lebih detail, akan membahas mengenai bagaimana peran jejaring sosial membentuk kelompok sosial, dan bagaimana interaksi atau proses pertukaran yang muncul dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian remaja. Era web 2.0 menempatkan dunia komunikasi pemasaran berada pada posisi baru yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya, saat produk dan konsumen bertemu pada lokasi yang sama secara maya, dan saat produk terbeli kebanyakan bukan karena … Lanjutkan membaca JEJARING SOSIAL: KOMUNIKASI PEMASARAN POTENSIAL BAGI KONSUMEN REMAJA INDONESIA

Kutu Kupret

Jika kau ingin tahu, siapa saja orang yang penuh prasangka, penebar kebencian, pembunuh citra orang, cari saja orang yang penuh kutu kupret. Darah-darah kotor berkumpul di kepalanya, dan para kutu kupret itu berpesta pora menyedotnya. Orang seperti itu akan lebih suka menebar kebencian kepada orang lain ketimbang menghitung berapa liter darahnya yang sudah hilang disedot. Lanjutkan membaca Kutu Kupret

Teman

Sebetulnya, paling susah mendefinisikan teman. Lebih susah daripada musuh. Orang terdekat dengan kita, bisa kita sebut dengan teman. Orang yang ada hampir di setiap saat, kita sebut dengan teman. Tapi, sebaliknya, orang yang menusuk kita dari belakang, juga kita sebut teman. Musuh tidak mungkin menusuk dari belakang, karena kita tahu dia musuh. Lanjutkan membaca Teman

(kem) BALI

memilih keluar dari Bali sesungguhnya adalah pilihan sulit. Aku tahu, Ajik dan Ibu sebetulnya tidak setuju dengan pilihanku ini. Mereka kerap bilang, Blidek pun akan disuruh pulang saat lulus nanti dari ITS. Aku tahu, Ajik dan Ibu berkorban sangat banyak untuk kami. Blitu dengan kedokterannya, tak kecil biaya yang harus dikeluarkan. Blidek yang di Surabaya, tiap bulan Ajik selalu ke Bank, mengirimkan uang untuk Blidek.  Aku tidak akan pernah lupa wajah letih Ajik begitu pulang dari Hotel. kami tidak akan pernah protes saat Ajik terlambat pulang, atau pulang malam. Karena uang lembur menjadi sangat berarti. Juga, pulang malam seringkali berarti … Lanjutkan membaca (kem) BALI

Skripsi (3)

Apa sih untungnya membuat skripsi? Argh, tentu, sebagian dari kita yang benci skripsi akan punya daftar yang sanagt pendek. Bahkan, tidak ada dalam daftar sama sekali. Tapi, sungguh menyenangkan jika kita bisa menemukan hal-hal baik dari sesuatu yang kita benci, bukan? Mari kita mulai. Paling tidak dalam daftar saya. Siapa tahu sama. SIapa tahu berguna. 1. Mengetahui betapa masih bodohnya kita. Penting untuk mengembalikan kesadaran kita. Banyak kok orang-orang yang merasa dirinya sudah hebat. Sudah pintar. Hanya karena mereka menguasai satu atau dua hal. Membuat skripsi bisa mengembalikan kesadaran kita itu. 2. Melatih kita tahan terhadap penderitaan. No words. You … Lanjutkan membaca Skripsi (3)

Skripsi 

Wacana soal skripsi menjadi tidak wajib adalah salah satu mimpi saya. Berikut repost tulisan lama saya.  Saya bukan orang yang pintar menulis. Apalagi menggunakan bahasa-bahasa fantastis. Plus kutipan-kutipan eksotis. Tentu, istilah-istilah elitis. Yang barangkali hanya bisa dipahami Tuhan dan sang penulis. (Note: Tuhan pun belum tentu tahu lo yah :P).Saya juga bukan orang yang hobi membaca buku-buku berat (selain karena isinya berat, kadang-kadang buku-buku itu secara fisik juga berat). Mungkin karena saya penganut hedonis atheis kapitalis yang sosialis apatis. Jadi, kalau yang lain mengenal karl marx, saya mengenal richard marx. Yang lain khatam albert camus, saya kadang suka buka kamus. … Lanjutkan membaca Skripsi