Sirine

Salah satu obsesi ndak penting dalam hidup saya di sini adalah mengenali sirine. Maksudnya, membedakan mana sirine ambulance, polisi atau pemadam kebakaran. Sampai sekarang tak pernah berhasil.

Pagi tadi, saat berangkat kerja di pagi buta, di bunderan dekat kampus, lalu lintas sempat terhambat karena dari dua arah berbeda, ada ambulans dan mobil polisi melaju ke arah yang sama dengan tempat saya kerja. Mungkin ada kecelakaan. Karena saya juga mendengar sayup sirine lain. Bisa jadi itu pemadam kebakaran. Biasanya, kalau ada kecelakaan, tiga jenis kendaraan itu datang dan standby. Ambulance, polisi dan pemadam kebakaran. Entah kenapa.

Setelah mereka semua lewat, lalu lintas berlangsung sebagaimana biasa. Saya membayangkan bagaimana jika ada sirine di jalan di sebuah negara antah berantah loh jinawi dimana tongkat ditanam jadi tanaman dan ada kolam susu.

Jika ada sirine di kepadatan lalu lintas, kemungkinannya banyak. Satu, ambulans lewat dan pasti di belakangnya mengikuti belasan motor yang mengikuti ambulans itu melaju kencang. Entah siapa mereka. Mungkin mereka volunteer luar biasa yang akan membantu ambulans itu.

Kedua, bisa jadi itu mobil polisi, dan di belakangnya diikuti moge atau rombongan motor yang mau konvoi, atau mobil pejabat yanh telat ke bandara atau mobil pengantin.

Ketiga, jika sirinenya kencang tapi kok ndak muncul-muncul. Bisa jadi itu pemadam kebakaran yang kejebak macet. Jangankan ngasi lewat pemadam kebakaran, lha bergerak aja ndak bisa. Mungkin suatu saat saya akan menyarankan mas-mas pemadam kebakarannya untuk turun saja dari mobil sambil menenteng ember dan gayung dan lari ke arah lokasi kebakaran. Pasti sampe!! Dijamin.

View on Path

Dokumen yang dinanti pun tiba. Librarian kampus dengan bangga mengabarkan bahwa dokumen yang tercatat hanya dikoleksi perpustakaan di Belanda itu berhasil dikopi. Buku catatan produksi film pertama di Indonesia sepanjang 12 halaman dan dua lembar promosi pemutaran filmnya.

Gembira bukan kepalang. Tapi agak khawatir dengan email dari si pustakawan. “Due to the language, i am not sure this is fit with your research”

Lalu buka file-nya.

Cuk….boso londo kabeh. Mana filenya scan pdf dari Jpeg pulak. Mosok ketik ulang situk-situk…

*singkirkan sementara
*minjem komik lucky luck dan Iznogood duluh

#baladamahasiswaestiga

View on Path

Dokumen yang dinanti pun tiba. Librarian kampus dengan bangga mengabarkan bahwa dokumen yang tercatat hanya dikoleksi perpustakaan di Belanda itu berhasil dikopi. Buku catatan produksi film pertama di Indonesia sepanjang 12 halaman dan dua lembar promosi pemutaran filmnya.

Gembira bukan kepalang. Tapi agak khawatir dengan email dari si pustakawan. “Due to the language, i am not sure this is fit with your research”

Lalu buka file-nya.

Cuk….boso londo kabeh. Mana filenya scan pdf dari Jpeg pulak. Mosok ketik ulang situk-situk…

*singkirkan sementara
*minjem komik lucky luck dan Iznogood duluh

#baladamahasiswaestiga

View on Path